GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Garis Pantai yang Berdarah

Garis Pantai yang Berdarah

Oleh: Ummu Iffah

Di garis pantai yang sempit dan berdebu,
Bukan ombak yang menderu, tetapi rintihan pilu
Gaza, kau adalah peta yang robek di dada dunia
Langit bukan lagi atap, tetapi ancaman nyata

Dinding-dinding roboh, bebatuan berserakan
Menjadi saksi bisu kisah anak-anak tak berdosa
Mereka mengeja dan bermain di antara reruntuhan
Aroma mesiu menggantikan wangi bunga

Para ibu memeluk sisa-sisa harapan
Mencari sepotong roti di puing-puing ruruntuhan
Air mata telah kering, hanya doa yang terus terus terucap lirih
Ikhlas menerima garis takdir Ilahi

Namun, di bawah debu dan ketakutan
Ada bara yang tidak pernah padam
Bukan dendam, melainkan keteguhan iman
Menjadi warisan dalam diam

Gaza, kau adalah cermin bagi kemanusiaan
Menguliti hati yang hanya menatap jauh
Kami terkurung dalam bilik kebangsaan
Sementara kau berdiri tegak, tak pernah mengeluh

Sungguh, janji Allah itu pasti adanya
Setelah badai akan ada cahaya
Tanah mulia itu akan segera merdeka
Dalam naungan negara Khil4f4h

Tapal Batas, 13 Oktober 2025

Artikel ini telah ditayangkan di:
https://www.cemerlangmedia.com/bahasa-dan-sastra/garis-pantai-yang-berdarah/
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin