GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Generasi Muda dalam Cengkeraman Kapitalisme dan Hegemoni Digital

Generasi Muda dalam Cengkeraman Kapitalisme dan Hegemoni Digital

Oleh: Nai Ummu Maryam
(Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah) 

Di bawah cengkeraman kapitalisme yang rusak dan rakus, anak muda tidak lagi dipandang sebagai estafet peradaban, tetapi target pasar yang bisa memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi perusahaan digital. Maka tidak heran jika media sosial dan game online menjadi perangkap yang tersusun sistemik yang akhirnya menjerat jutaan pemuda agar terlena dan menghabiskan waktunya untuk berlama-lama berselancar di dunia digital. 

Pengaruh media sosial dan game online secara tidak langsung menggeser pemahaman Islam menjadi benih-benih pemikiran sekuler-liberalisme. Hal ini terlihat bagaimana fitur dan konten-konten yang disajikan perusahaan digital mempengaruhi kondisi mental atau psikis para penggunanya terutama di kalangan para pemuda. 

Seperti yang terjadi di Kota Batam, seorang pelajar SMP berusia 13 tahun membuat geger setelah mengirim ancama bom melalui grup WhatsApp sekolah. Pihak sekolah dengan sigap melaporkan ancaman ini ke Polda Kepulauan Riau (Kepri) untuk ditindaklanjuti. Dari hasil penyelidikan diduga pelajar tersebut terpengaruh oleh game online seperti Roblox. Kemudian pelaku juga menambahkan alasan bahwa ia pernah menjadi korban bullying di sekolahnya (detikSumut, 10-11-2025).

Kasus seperti ini salah satu contoh dari sekian banyak kasus yang dialami pemuda saat ini. Mereka terjerat dalam hegemoni ruang digital. Dominasi konten negatif begitu sangat mempengaruhi perilaku pemuda, bahkan lebih mirisnya sampai merugikan dan menakuti orang lain.

Kita memang tidak bisa menolak arus digitalisasi dan kecanggihan teknologi di era modern saat ini. Keduanya tumbuh bersamaan, baik manfaatnya maupun mudharatnya. Sayangnya, dengan sistem kehidupan hari ini yakni sekuler-kapitalis, kecanggihan teknologi lebih condong kepada mudharatnya, karena minimnya keimanan dan rasa takut kepada Allah Swt.. 

Tidak bisa dimungkiri bahwa media sosial dan game online yang awalnya sebagai aplikasi hiburan dan edukasi kini berubah menjadi racun yang perlahan mematikan para penggunanya. 

Media sosial dan game online kini menjadi standar perilaku pemuda hari ini. Orientasi kehidupan yang sederhana dan islami kini terkikis menjadi perilaku konsumtif, hedonisme, dan jauh dari nilai-nilai Islam.

Solusi: Potensi Pemuda dan Pemahaman Islam Kafah

Jika kita telisik lebih dalam bahwa potensi pemuda khususnya Generasi Z atau Gen Z begitu besar. Mereka mampu menggerakan aktivitas sosial dan gerakan politik yang mampu mengubah keadaan dengan kekuatan digitalisasi. 

Namun potensi besar ini hendaknya diarahkan kepada nilai-nilai yang sesuai dengan koridor syariat Islam. Maka dari itu, dengan kemampuan dan kecerdasan yang mereka miliki seharusnya bisa menjadikan para pemuda sebagai generasi pelopor perubahan dan penerus risalah Islam di tengah-tengah umat. 

Seyogianya untuk mengarahkan potensi besar pemuda ke arah yang lebih baik, dibutuhkan tiga pilar yang saling bersinergi dan bekerja sama untuk membina pemuda Islam. 

Pertama, individu yang bertakwa. Individu yang bertakwa dapat dibentuk dari keluarga yang bertakwalah pula. Peran orang tua begitu besar di dalamnya. Anak yang sejatinya sebagai amanah dari Allah Swt. wajib dididik dengan akidah Islam dan kepribadian Islam. Maka sebagai orang tua juga menyadari pentingnya kewajiban menuntut ilmu dan mendakwahkan Islam di lingkaran keluarga. 

Hal ini bertujuan untuk menyadarkan individu bahwa setiap perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah, termasuk dalam menggunakan teknologi seperti sosial media dan game online. 

Kedua, masyarakat yang sadar beramar ma'ruf nahi mungkar. Kita sangat membutuhkan kondisi masyarakat yang saling peduli dan mengingatkan dalam kebaikan. Menasihati dengan ahsan dan peka dengan kondisi para pemuda hari ini. Tidak bersikap acuh dan indivudalisme.

Ketiga, negara yang menerapkan sistem Islam. Pada pilar ketiga ini adalah pilar terpenting dalam mewujudkan generasi yang cemerlang. Untuk memperbaiki kondisi pemuda hari ini, sebenarnya tidak cukup dengan perbaikan individu semata. Dibutuhkan peran negara untuk memperbaiki kondisi masyarakat dengan mencampakkan sistem sekuler-kapitalis dan menggantinya dengan sistem Islam.

Negara berkewajiban menerapkan hukum-hukum Allah dalam mengatur urusan umat. Sistem Islam yang diberlakukan negara akan memperbaiki jalannya pendidikan yang berorientasi pada ketaatan melalui penanaman akidah dan kepribadian Islam melalui kurikulumnya. Mengambil manfaat teknologi sebagai sarana untuk kebangkitan Islam dan bermanfaat di tengah-tengah umat bukan berorientasi pada keuntungan semata. 

Menyoal arus digitalisasi, peran negara dengan sistem Islam tidak hanya sebagai regulator semata. Negara wajib hadir dengan memberikan edukasi dan perlindungan kepada umat terhadap pengaruh dan kejahatan hegemoni digitali yang dikuasai para kapitalis. 

«إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ»

“Sesungguhnya imam/khalifah adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung. Jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika ia memerintahkan yang selainnya, ia harus bertanggung jawab atasnya.” (HR Muslim).

Penutup

Sebenarnya tidak ada solusi lain dari semua problematika umat ketika kita kembali kepada aturan Islam. Islam dengan syariatnya yang begitu detail telah mengatur dengan baik dan bijak dalam menggunakan produk madaniyah berupa teknologi karena disandarkan pada keimanan. Sudah saatnya umat menyadari bahwa sistem Islam adalah solusi terbaik untuk keberkahan dunia dan akhirat. 

Wallahu'alam.
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin