Oleh: Ummu Habil
(Praktisi Pendidikan dan Aktivis Muslimah Kepulauan Riau)
Begitu mulianya Islam yang mana salah satu syariat nya mengajarkan tentang care (peduli) pada sesama. Hal ini sesuai dengan firman Allah 'Azza wa Jalla berikut ini:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (Ali Imron:104).
Ayat ini berisi perintah bahwa mengajak kepada kebaikan adalah kewajiban sesama muslim. Begitupun saling mengingatkan untuk mencegah segala bentuk keburukan dan kemungkaran adalah juga termasuk kewajiban. Jelas hal ini menggambarkan betapa Islam adalah agama yang care, peduli kepada keluarga, tetangga masyarakat bahkan pengurusan yang lebih besar dalam kancah global (negara).
Salah satu bentuk care dan cinta pada saudara kita adalah saling mengingatkan. Terlepas mereka senang atau menolak bahkan membenci. Tugas kita menyampaikan. Mau berubah adalah pilihan setiap orang. Tetap dalam pola biasa saja atau meraih tantangan seperti ummul mukminin dan para sohabiyah terdahulu adalah suatu kemuliaan dan itulah ciri-ciri orang yang beruntung sebagaimana termaktub dalam surat Ali Imran di atas.
Tentu saja tugas amar makruf nahi mungkar tidak setakad pada orang terdekat saja, bahkan jihad tertinggi adalah mengoreksi kebijakan penguasa.
Oleh karena itu orang yang paling mencintai saudaranya adalah orang yang saling nasihat-menasihati dengan cara yang ma'ruf. Wallahu 'alam bisshowab.


0Komentar