Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba
(Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah)
Ini bukan hanya tentang sebuah nama. Ini bukti perjuangan yang terus menyala sepanjang masa. Baitul Maqdis, nama itu tersemat dalam setiap jiwa yang merindukan dan memperjuangkannya.
Ia bukan hanya sekadar tempat persinggahan, tapi rumah bagi jiwa-jiwa yang mencari makna sesungguhnya dari perjuangan. Sebab darinya, kita belajar bahwa surga tak akan bisa dicapai tanpa melakukan apa-apa.
Surga yang indahnya tak dapat kita terka, tak mungkin bisa didapatkan hanya dengan melakukan salat, zakat, dan juga puasa. Tapi di saat yang sama, kita abai terhadap permasalahan yang menimpa saudara kita di sana.
Surga itu indah sekali. Surga itu tempat yang lebih mewah dari rumah paling mahal di dunia ini. Tapi tak layak rasanya kita bermimpi untuk berada di dalamnya jika kita masih berkutat hanya pada permasalahan pribadi.
Apalah artinya kita yang perjuangannya masih belum seberapa jika dibandingkan dengan saudara-saudara kita di Baitul Maqdis sana.
Jangankan berbicara untuk memperjuangkan Baitul Maqdis yang wilayahnya jauh di sana, berjuang untuk istikamah share tentang kebaikan aja kadang masih lebih sering malasnya ketimbang rajinnya.
Lalu apa kabar cita-cita kita yang katanya mau masuk surga dan bertemu dengan Rasulullah Saw di sana? Sedangkan berjuang untuk pembebasan Baitul Maqdis aja kita ogah-ogahan.
Bandingkan dengan saudara-saudara kita yang berjuang dengan seluruh jiwa raganya. Bahkan hingga nyawa yang menjadi taruhannya.
Tidakkah kita malu kepada mereka yang dengan segala keterbatasannya masih menyempatkan untuk senantiasa peduli terhadap saudara seakidahnya? Bahkan kepada kita di Indonesia yang secara wilayah sangat jauh dari mereka.
Sungguh, Baitul Maqdis mengajarkanku banyak hal. Bahwa kenikmatan yang telah Allah janjikan itu tidak bisa didapatkan kecuali dengan perjuangan yang luar biasa.
Tapi jangan bersedih. Jika memang tidak memungkinkan untuk berjuang langsung di sana, kita tetap bisa berkontribusi dari sini dengan apapun yang kita bisa.
Sebab pada akhirnya perjuangan bukan tentang siapa yang paling hebat di mata manusia, tapi siapa yang paling istikamah dan ikhlas di hadapan Penciptanya manusia hingga tugas kita selesai di dunia.
Wallahu a’lam bish showwab.
Artikel ini telah ditayangkan di:
https://j5newsroom.com/2026/01/20/bukan-sekadar-nama-tapi-bukti-perjuangan-yang-terus-menyala/


0Komentar