GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Kedudukan Syair dalam Islam

Kedudukan Syair dalam Islam 

Oleh: L. Nur Salamah, S.Pd.
(Thalibah Batam dan Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah) 

Syair, merupakan sebuah istilah yang tidak asing lagi di telinga kita. Ia merupakan salah satu jenis sastra yang menyerupai puisi.

Ternyata syair ini dalam Islam memiliki kedudukan dan kekuatan yang sangat luar biasa. Tak kalah pentingnya dengan keberadaan militer. 

Mengapa syair dikatakan memiliki kekuatan yang dahsyat. Karena melalui syair lah mampu mempengaruhi seseorang dan digunakan sebagai alat propaganda.

Maka wajar, jika pada masa Rasulullah saw. para penyair memiliki kedudukan yang cukup tinggi. Sampai dikatakan dalam sebuah riwayat, saking tingginya kedudukan seorang penyair ini, ketika ada yang mendapatkan atau menemukannya, maka mereka akan berpesta pora merayakan hal tersebut. 

Ada pun pada masa Rasulullah saw. ada salah satu penyair yang sangat tersohor, dia lah Hasan bin Tsabit. Ternyata Hasan ini juga mewarisi darah Ayahandanya yang juga penyair. Usianya mencapai 120 tahun. 

Namun, selama 60 tahu syair-syair yang didendangkan sebelum mengenal Islam adalah syair jahiliah. Hal tersebut wajar. Seseorang akan menulis dan bersikap sebagaimana yang dipahaminya. 

Maka, setelah masuk Islam di usia 60 tahun setelahnya menggubah syair bernapaskan Islam. 

Ia termasuk penyair yang dibanggakan oleh Rasulullah saw.. Karena saat masih jahiliyah termasuk penyair yang unggul. Sehingga ketika telah menyatakan diri masuk Islam, Rasulullah pernah memintanya membuat syair untuk membalas syair Abu Sofyan yang berupa makian terhadap Rasulullah saw. 

Selain Hasan bin Tsabit ada juga penyair terkenal seperti Kaab bin Zuhair. Seperti orang yang sedang jatuh cinta. Isi syairnya full dengan puji-pujian terhadap Rasulullah. 

Karena saking bahagianya Rasul terhadap syairnya Kaab, beliau memberikan Burdah (semacam selendang) untuknya.

Sehingga, sampai saat ini puji-pujian terhadap Rasulullah saw. disebut sebagai Burdah. Wallahu'alam bish-shawwab.

Artikel ini telah ditayangkan di:
https://www.gudangopini.com/2026/02/kedudukan-syair-dalam-islam.html
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin