Oleh: Ilma Nafiah
Hujan turun lagi di kota penuh cerita
Air naik di tempat yang sama, luka yang sama
Bukan langit yang salah menurunkan rasa
Tapi arah pembangunan yang kehilangan makna
Beton berdiri di tanah yang dulu bernapas lega
Rawa dan sungai dipersempit demi laba
Ruang hijau ditukar angka dan kuasa
Banjir pun lahir dari izin yang dipaksa
Normalisasi jadi jawaban yang berulang suara
Air dialihkan, masalah tetap saja ada
Sebab akar rusak tak pernah dijaga
Kapital memimpin, rakyat menanggung derita
Islam mengajarkan bumi dijaga amanahnya
Negara mengurus, bukan menjual ruang dan rawa
Saat tata ruang berpijak pada maslahat semesta
Kota pun berhenti tenggelam—menjadi rahmat nyata


0Komentar