Oleh: Ilma Nafiah
Makan dibagi atas nama negara
janji gizi digema ke mana mana
anak sekolah menunggu penuh percaya
pagi dibuka dengan harap Bahagia
Seragam rapi memberi rasa aman
lencana kuasa tampak meyakinkan
tak ada curiga tak ada pertanyaan
piring diterima tanpa keraguan
Tawa perlahan berubah pucat
perut mual datang menyergap cepat
ruang kelas jadi ruang darurat
anak terbaring lemah dan penat
Guru panik orang tua berlari
tangis pecah di depan fasilitas negeri
nyawa kecil diuji berkali kali
negara datang setelah sakit terjadi
Kata resmi menyebut insiden biasa
kesalahan dianggap wajar dan fana
padahal kasus terus menjelma
berulang tanpa rasa bersalah
Anggaran besar dipuja sebagai bukti
laporan rapi menutup realita pahit
kontrak mengalir pada pemilik kuasa
pengawasan tertinggal jauh di belakangnya
Gizi bukan sekadar nasi dibagi
bukan program singkat penuh citra diri
selama miskin dipelihara negeri
racun menunggu generasi demi generasi
Islam datang membawa arah pasti
negara pengurus pelindung sejati
pangan aman kerja tersedia merata
keluarga kuat gizi terjaga nyata
Saat amanah dijunjung bukan laba
anak tumbuh sehat jiwa raga
negeri selamat tanpa tragedi berulang
sejarah berhenti menulis luka generasi malang


0Komentar