GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Board of Peace: Upaya Perdamaian atau Legitimasi Penjajahan?

Board of Peace: Upaya Perdamaian atau Legitimasi Penjajahan?

Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba 
(Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah)

Board of Peace (BoP) ramai digadang-gadang sebagai sebuah langkah awal menuju perdamaian. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah bisa dipercaya jika dewan perdamaian itu diinisiasi oleh pelaku penjajahan?

Sejak awal pembentukannya, dewan perdamaian itu tidak melibatkan rakyat Gaza di dalamnya. Bagaimana mungkin hendak melakukan perbaikan jika rakyat Gaza tidak diikutsertakan dalam segala perencanaannya? 

Belum lagi untuk bergabung dengan dewan perdamaian itu setiap negara wajib mengeluarkan hampir 17 T. Angka yang sangat fantastis untuk sebuah forum yang tidak jelas tujuannya. Jika dikatakan untuk perdamaian, perdamaian versi siapa?

Sedangkan di sisi lain Israel menolak membayar iuran gabung BoP dan disetujui oleh Amerika Serikat. Sudah tampak sangat jelas bukan bahwa ini bukan upaya menciptakan perdamaian, melainkan hanya sebagai legitimasi global atas penjajahan. 

Tak hanya itu, sejak BoP disahkan tak ada yang berkurang dengan genosida yang terjadi di Gaza. Jika memang benar BoP adalah dewan perdamaian, harusnya penjajahan itu dihentikan. Tapi kenyataannya penjajahan masih terus dilakukan oleh zionis.

Hal ini harusnya menyadarkan kita bahwa selama penjajah yang ingin membuat perdamaian, maka itu hanyalah kebohongan bukan sebuah kebenaran. 

Karena bagi mereka, rekonstruksi Gaza ini bukan tentang menyejahterakan rakyat Gaza melainkan upaya perebutan wilayah yang sejak dahulu mereka inginkan. 

Melihat kenyataannya, lebih cocok jika dewan ini disebut sebagai "Bored of Peace " yang artinya adalah bosan dengan perdamaian dibandingkan dengan dewan perdamaian. Karena sebagaimana yang kita lihat bersama, saudara kita di sana masih digenosida. 

Tak ada yang berkurang sama sekali. Bahkan semakin hari penjajahan itu semakin tak manusiawi. Maka kita sebagai saudara seakidah, sudah seharusnya menolak bergabung dan menyetujui rencana penjajah. 

Sebab percaya pada penjajah adalah bentuk pengkhianatan. Karena dari awal memang tujuannya bukan perdamaian, tapi legitimasi penjajahan. 

Apa mungkin kita mempercayai perdamaian pada pelaku penjajahan? Sebuah hal yang Impossible kan!

Oleh karenanya, kemenangan yang hakiki hanya akan tercapai jika seluruh kaum muslimin bersatu dalam naungan Daulah Islamiyah dan menjalankan syari'ah Islam secara Kaffah. Karena tanpanya, perdamaian hanyalah mimpi yang mustahil tergapai. 

Wallahu a'lam bish showwab.
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin