Oleh: L. Nur Salamah, S.Pd.
(Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah)
Ramadan adalah bulan mulia. Kehadirannya dinantikan dan disambut dengan suka cita. Bulan yang di dalamnya penuh dengan ampunan, rahmat dan keberkahan.
Di bulan ini lah umat Islam menjalankan perintah dari Allah Swt. berupa puasa. Kita menyadari bahwa setiap apa yang Allah perintahkan adalah pasti membawa kebaikan bagi hamba. Namun terkadang belum semua menyadari akan hakikat puasa itu sendiri.
Bahkan tidak sedikit dari mereka ketika berpuasa, hanya rebahan atau tidur-tiduran. Karena badan merasa lemah, dan enggan untuk beribadah atau beraktivitas. Padahal seharusnya puasa itu justru makin giat untuk beramal dan tidak membatasi aktivitas. Karena mengingat pahala yang dijanjikan begitu luar biasa.
Mengapa saat berpuasa badan terasa lemas, mengantuk dan tidak bergairah untuk beribadah.
Berikut adalah tips agar puasa kita lebih bermakna. Menjaga badan agar tetap bugar dan semangat dalam beraktivitas maupun beribadah.
Pertama, saat makan sahur, pilihlah makanan yang halalan thoyyiban, nutrisi penuh sesuai kebutuhan tubuh. Mengutamakan serat dan protein. Karbo secukupnya.
Mengapa harus protein? Karena protein itu lebih lama dicerna. Sehingga kenyang lebih lama alias tidak gampang lapar.
Mengurangi atau seminimal mungkin konsumsi karbo/ gula. Karena karbohidrat atau gula memiliki efek cepat lapar dan ngantuk. Karena lapar, membuat kita enggan dan malas untuk beraktivitas.
Kedua, jangan tidur setelah makan sahur atau setelah salat Subuh. Karena menurut pendapat para pakar, sekurang-kurangnya dua jam setelah makan baru boleh tidur.
Termasuk mengantuk itu sendiri bisa disebabkan karena kebanyakan konsumsi karbo atau makanan yang tinggi kandungan gulanya, dengan kita tidur setelah makan sahur, membuat badan kita makin lemas dan malas untuk beraktivitas.
Ketiga, saat buka puasa, jangan langsung mengkonsumsi zat makanan yang tinggi kandungan gulanya dan yang berlemak seperti gorengan dan kawan-kawannya.
Sayang, setelah seharian kita berpuasa, sebagai proses detoksifikasi tubuh, kita rusak dengan ambisi makan kita.
Saat azan tiba, minumlah segelas air putih, secara perlahan. Setiap tiga tegukan berhenti. Kemudian tunaikan salat Maghrib.
Bagus lagi dengan air hangat. Karena dengan minum air putih hangat, perut kita yang seharian kosong siap untuk mencerna makanan.
Kemudian setelah itu, baru kita makan dengan nutrisi lengkap. Artinya benar-benar memperhatikan isi piring (serat, protein dan nasi atau sumber karbohidrat yang lain). Bukan sekadar kenyang apalagi balas dendam.
Keempat, jika memungkinkan menyempatkan diri berolahraga secara rutin menjelang buka puasa.
Dengan empat tips di atas, semoga bisa di amalkan sehingga puasa kita menjadi bermakna dan semangat dalam mendulang pahala. Wallahu a'lam.
Artikel ini telah ditayangkan di:
https://pamonginstitute.com/2026/02/27/empat-tips-kesehatan-agar-tetap-semangat-saat-bepuasa/


0Komentar