GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Obsesi Asmara di Dunia Kapitalisme: Yang Berakhir dengan Duka

Obsesi Asmara di Dunia Kapitalisme: 
Yang Berakhir dengan Duka

Oleh: Zahidah Sumayyah
(Aktivis Muslimah Kepulauan Riau) 

Sungguh malang nasib salah satu mahasiswi Universitas Negeri Islam Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Pekanbaru, Riau. Pasalnya, menjadi salah satu korban pembacokan yang dilakukan oleh teman lelaki sejawatnya. 

Polisi telah menetapkan dan resmi menahan di Mapolresta Pekanbaru pria berinisial R (21) sebagai tersangka usai membacok F (23), mahasiswi UIN Suska Riau. Kombes Munarman menyatakan bahwa motif sementara pembacokan dilatarbelakangi masalah asmara.”Jumat (27-2-2026) di Pekanbaru. 

Kapolresta menyampaikan tersangka sudah berencana melakukan penganiayaan tersebut, bahkan tersangka sudah mempersiapkan senjata tajam untuk menyerang korban dari rumah,jadi sudah masuk unsur perencana.

Dunia Kapitalis Menghilangkan Ketaatan pada Sang Khalik

Ibarat pepatah,cinta ditolak dukun bertindak. Sekarang, penerapan dunia kapitalis pada generasi muda berperilaku semakin brutal dan sadis. Lebih mengedepankan hawa nafsu dan ego semata. Alih-alih memuaskan hasratnya, yang ada membuat kalap mata.

Dunia pendidikan hendaknya menjadi ajang kreativitas dan menimba ilmu, tapi pada faktanya telah terjadi kekerasan di dalamnya sebab masalah yang lahir dari naluri manusia. Kasus pembacokan dan penganiayaan tersebut bukan hal yang baru walau berbeda motif pelaku. Meski kisah asmara merupakan faktor utama, dasar masalah yang terjadi adalah lemahnya pemahaman Islam serta berlangsungnya sistem kapitalis sekuler.

Di sisi lain, media sosial turut andil dalam perilaku manusia, memberikan berbagai tontonan dan akses serta contoh buruk bagi generasi untuk menyelesaikan problematika generasi.Ditambah itu, pergaulan sosial antara perempuan dan laki-laki tanpa batasan yang benar. Sehingga generasi kehilangan pegangan agama dalam hidupnya hingga tak takut berbuat maksiat lagi dosa.

Sebagai seorang Muslim, hendaknya mengembalikan segala aktivitas berdasarkan keimanannya. Menjadikan Islam bukan hanya sebagai agama ritual, tapi juga petunjuk jalan di dunia dan akhirat.Bahwa semua perbuatan yang dilakukan di dunia akan dimintakan pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Sekaligus sebagai percayanya seorang mukmin kepada hari akhir.

Islam dan Penerapannya

Islam sebagai agama yang sempurna telah mengatur manusia dengan segala kebutuhan dan naluriahnya agar berjalan sesuai dengan perintah-Nya lewat aturan yang telah diperjelas dalam kitab Al-Qur'an.Tak ada satu pun perintahnya yang menyuruh manusia untuk berbuat mungkar.

Menjadi individu beriman saja belum lengkap dan terjaga bila tanpa syariat-Nya. Sebab satu-satunya harapan perempuan bahkan manusia untuk menyelesaikan masalah kekerasan terhadap perempuan adalah kembali kepada Islam,aturan yang datang dari Allah. Masalah sekecil apa pun begitu diperhatikan di dalam Islam.

Sistem pendidikan Islam berasaskan akidah Islam.bDengan demikian , kurikulumnya pun bersumber dari Islam, yang mana output-nya adalah generasi yang memiliki kepribadian Islam (syakhsiah Islam), yaitu pola pikir dan pola sikapnya islami.Maka otomatis generasi hasil didikan Islam adalah generasi yang bertakwa. 

Di mana takwa ini akan menjadi benteng kokoh saat menjalankan kehidupan baik di rumah,masyarakat, kampus dan dalam negara. Mereka tidak akan berbuat zalim dengan melakukan kekerasan,perundungan, penganiayaan dan sebagainya. Karena meniru tauladan dari Rasulullah saw. yang memiliki rasa harap akan surga dan khauf akan murka Allah Ta’ala.

Dalam sistem Islam, negara akan mengontrol ketat seluruh layanan dan tayangan materi pemberitaan,serta tontonan masyarakat sehingga tidak akan mudah mengakses hal yang memicu perilaku kekerasan. Media menjadi ladang informasi dan mencerdaskan masyarakat dan generasi agar mereka taat dan menjauhi perbuatan terlaknat.

Sistem Islam yang negara menerapkan aturan yang bermuara pada taqwa kepada Tuhannya. Negara ikut hadir dan turun tangan dalam memberikan perlindungan dan sanksi tegas bagi siapa saja yang melanggar aturan Allah serta melakukan kezaliman. 

Sistem sanksi tegas ini akan memberikan efek jera bagi setiap pelaku dan memastikan terwujudnya keadilan bagi setiap masyarakat sehingga menutup celah adanya pelaku dengan kasus serupa. 

Ketakwaan individu, masyarakat yang peduli terhadap kebaikan bersama melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dan disertai penerapannya syariat secara kaffah oleh negara akan mampu menciptakan perlindungan lingkungan yang aman bagi perempuan dan masyarakat. 

Wallahu a'lam bish-shawab
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin