GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Karhutla: Ancaman yang Terus Berulang

Karhutla: Ancaman yang Terus Berulang 

Oleh: Nai Ummu Maryam
(Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah) 

Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) menjadi ancaman yang terus berulang di Indonesia, khususnya di wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan. Siaga dan tetap waspada turut dialami masyarakat Kepulauan Riau, terutama di tiga titik wilayah, di antaranya Tanjungpinang, Bintan, dan Batam. 

Merujuk pada data yang dirilis oleh BPBD Kepri hingga akhir Maret 2026, telah tercatat 121 titik api dengan 131 kasus kebakaran yang didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sedangkan wilayah Bintan telah tercatat 351 titik api dan untuk wilayah Batam tercatat 63 titik api. 

Karhutla terjadi dengan berbagai macam faktor. Ada yang berasal dari alam dan juga ulah manusia. Faktor alam seperti cuaca yang panas dan kering, sedangkan faktor manusia adalah bentuk keserakahan dan minim empati dengan membakar lahan untuk dijadikan bisnis properti, pertanian dan perkebunan. 

Minimnya kesadaran masyarakat dan lemahnya penegakan hukum kerap kali menambah parah situasi bencana karhutla. 

Dalam sistem kapitalisme saat ini, manusia tumbuh dengan tujuan menggapai keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa mempedulikan kelestarian lingkungan. Pendidikan yang hari ini tumbuh hanya berorientasi pada pencapaian materi belaka. Pendidikan agama begitu minim sehingga banyak orang yang terlahir tanpa ketakwaan dan rasa tanggungjawab kepada sesama makhluk hidup dan kepada penciptanya. 

Dalam pandangan Islam, hutan adalah bentuk sumber daya alam yang telah Allah Ta'ala berikan kepada makhluk-Nya agar dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan dan keberlangsungan hidup. 

Namun sayangnya, sumber daya alam berupa hutan dan segala isinya telah dirusak oleh ulah tangan manusia.

Sebagaimana firman Allah Ta'ala: 

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS Ar-rum: 41) 

Persoalan karhutla adalah tanggungjawab kita semua. Individu, masyarakat dan negara harus saling bekerja sama. Adapun beberapa cara yang bisa kita lakukan di antaranya: 

Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pendidikan berbasis Islam dengan penanaman akidah agar masyarakat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan bertanggungjawab atas keberlangsungan hidupnya di hadapan Sang Pencipta yakni Allah Ta'ala. 

Kedua, dibutuhkan penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu. Dalam pandangan Islam, haram hukumnya melakukan "jual beli hukum" dengan tujuan membela yang salah dan melakukan suap atau rasuah di dalamnya. 

Ketiga, butuh kerja sama dari semua pihak untuk mengelola hutan dan lahan yang berkelanjutan dan tertata rapi demi kemaslahatan banyak orang.

QS Al-A'raf ayat 56 berbunyi:

وَلا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Artinya: "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."

Kesimpulan: 

Sebaik-baiknya solusi adalah solusi yang bersandar pada Al-Quran.

Artikel ini telah ditayangkan di: 
https://j5newsroom.com/2026/04/08/karhutla-ancaman-yang-terus-berulang/
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin