GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Film Pesta Babi dan Keresahan Umat

Film Pesta Babi dan Keresahan Umat

Oleh: Khadeejah Jee
(Aktivis Muslimah Kepulauan Riau) 

Sebuah Film Dokumenter dengan Judul "Pesta Babi" membongkar fakta yang mencengangkan masyarakat. Meski ini adalah "rahasia umum", namun saat sebuah film dokumenter memaparkan banyak fakta di saat yang sama hati mulai tersayat dan resah. 

Kerusakan alam dan hilangnya ruang hidup masyarakat dibungkam atas nama pembangunan dan masa depan. Dalih Proyek Strategis Negara (PSN) dan pengembangan energi biodisel. 

Disinilah letak yg sangat menyayat hati, ketika kesengsaraan masyarakat, nyata berhadapan dengan kepentingan negara yg pada faktanya untuk segelintir orang. Amanah konstitusi hakikatnya menjaga alam, menjaga ruang hidup, dan mengutamakan rakyat.
Namun ketika aturan sudah sarat akan kepentingan, justru kerusakan alam dan hilangnya ruang hidup disebabkan aturan yang sengaja dibuat dan sulit untuk dilawan, ditambah lagi bertopeng atas nama kepentingan negara.

Aturan yang sarat kepentingan, dibuat sesuai kepentingan segelintir pihak, disinilah letak permasalahannya. Yakni melegalkan kerusakan alam yang terjadi mengatasnamakan rakyat. 

Mengapa bisa terjadi demikian? Karna pembuat aturan sudah dibeli oleh para pemilik modal yakni para kapitalis. 

Para kapitalis ialah mereka yang memiliki modal sangat besar atau disebut dengan para elite atau oligarki. Di mana mereka mampu mengangkangi aturan yg didesain untuk kepentingan, bisnis dan keuntungan semata. 

Dalam sistem Islam, kedaulatan ada di tangan Allah Swt. Hak membuat hukum hanya milik Allah Swt. Manusia sebagai pelaksana atas kedaulatan hanya memiliki kekuasaan yang tidak bisa mengangkangi aturan di bawah kepentingan. 

Terkait sumber daya alam, Islam menetapkan bahwa sumber daya alam adalah milik umum, Nabi Muhammad saw. menyampaikan dalam sebuah hadis: "Kaum muslimin (manusia) berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api." (HR. Abu Dawud dan Ahmad). 

Sumber daya alam adalah milik rakyat yang pengelolaannya dilaksanakan oleh negara adalah sebuah ketetapan yang tidak bisa diubah oleh siapapun. Disinilah istimewanya aturan Islam, yang meletakkan dengan benar siapa pemilik kedaulatan dan siapa pelaksana kekuasaan.

Film pesta Babi melahirkan keresahan yang sama. Semua resah melihat fakta yang miris, kezaliman yang luar biasa. Namun mengkritisi fakta dan tetap dalam sistem yang memisahkan agama dari kehidupan (sekulerisme) tidak akan merubah apapun. Masalah ini akan tetap sama dan berulang.

Sistem sekuler yang menjadi sebab manusia bisa membuat aturan sesukanya itulah akar masalahnya. Ketika segelintir orang memiliki banyak uang dan punya modal besar serta berselingkuh dengan kekuasaan, membuat ia seolah-olah berhak mengatur dan merusak semuanya. Sistem yang memberikan celah pada elit oligarki berkuasa inilah yang harus diganti dengan sistem Islam. Sistem yang komprehensif, mampu mencegah kerusakan alam Sebab hak membuat hukum hanya milik Allah Swt. (QS Yusuf 40).
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin