GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Ketika Negeri Kaya Dipimpin Asing: Di Mana Kedaulatan Kita?

Ketika Negeri Kaya Dipimpin Asing: Di Mana Kedaulatan Kita?

Oleh: Iin Mutmainah 
(Aktivis Muslimah Kepulauan Riau) 

Penunjukan warga negara asing untuk memimpin perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya Indonesia bukan sekadar persoalan jabatan. Ini menyentuh pertanyaan yang lebih dalam: apakah bangsa ini masih percaya pada kemampuan anak negerinya sendiri?

Indonesia bukan negeri miskin. Tanahnya kaya, lautnya luas, mineralnya melimpah. Tetapi sejak lama, ironi terus berulang: kekayaan ada di bumi Indonesia, namun kendali dan arah pengelolaannya sering berada di tangan yang dekat dengan kepentingan global.

Maka ketika rakyat bertanya, “Apakah tidak ada orang Indonesia yang mampu?”, itu bukan sekadar sentimen emosional. Itu adalah suara kegelisahan tentang kedaulatan.

Dalam pandangan Islam, pengelolaan kekayaan strategis bukan hanya urusan bisnis. Ia adalah amanah besar yang berkaitan dengan kemaslahatan umat. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa manusia berserikat dalam perkara-perkara vital yang menjadi kebutuhan bersama. Karena itu, sumber daya strategis semestinya dikelola dengan keberpihakan kepada rakyat, bukan sekadar keuntungan korporasi.

Tentu, profesionalitas penting. Keahlian dibutuhkan. Namun ukuran kepemimpinan dalam Islam tidak berhenti pada kecerdasan teknis. Ada pertanyaan yang lebih penting:

"kepada siapa loyalitas kebijakan berpihak?"

"siapa yang paling diuntungkan?"

"apakah rakyat menjadi semakin kuat atau justru makin tergantung?"

Bangsa yang besar bukan bangsa yang membenci orang luar. Tetapi bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri, melahirkan kader-kader unggul, dan percaya bahwa anak negerinya mampu menjaga amanah bangsanya.

Kegelisahan hari ini seharusnya menjadi alarm bagi umat: bahwa pendidikan, ekonomi, teknologi, dan kepemimpinan tidak boleh terus bergantung pada pihak luar. Umat Islam harus kembali melahirkan generasi yang kuat ilmu, kuat akhlak, dan kuat visi peradaban.

Karena bila negeri kaya terus dikelola dengan paradigma ketergantungan, maka rakyat hanya akan menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Sementara Islam mengajarkan: kemuliaan umat lahir ketika mereka mandiri, berdaulat, dan menjaga amanah dengan keimanan.
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin