GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Luka yang Dijaga Diam

Luka yang Dijaga Diam

Oleh: Rianti Budi Anggara 

Pernah kuanggap kalian rumah dalam perjalanan
Tempat pulang lelahku pada kehidupan
Kupercaya setiap tutur adalah ketulusan
Namun ternyata manusia mudah berubah oleh kepentingan

Aku menjaga batasan sebagaimana Keimanan
Menjaga kata, sikap, dan pandangan
Sebab wanita bukan sekadar teman dalam percakapan
Ia kehormatan yang wajib dijaga dalam perlakuan
Bukan semata hiburan dalam sepi kehidupan 

Namun aku keliru, makna yang ku beri pada pertemanan
Yang kukira teduh ternyata hanya hujan
Kau hadir membawa banyak perhatian
Lalu hadir dengan luka tanpa penjelasan

Bukankah dahulu engkau memahami?
Bahwa hati perempuan mudah menyimpan arti
Sedang kedekatan yang dibiarkan tumbuh setiap hari
Menjelma harap yang sulit kembali mati

Aku tidak marah sebab perpisahan yang kurencanakan
Aku hanya kecewa pada caramu memperlakukan
Kedudukan mu sebagai wanita dalam peradaban
Yang semestinya kau jaga dengan adab dan penghormatan
Tapi suka rela kau beri tanpa harga yang sepadan

Kau bercanda seolah semuanya biasa
Membiarkan kedekatan berjalan tanpa arah
Sedang aku sibuk menjaga hati tetap terjaga
Agar langkah ini tak jatuh pada salah dan fitnah

Andai sejak awal aku dapat menarik batas dengan mu
Memeluk jiwa mu dalam dekapan ku
Mungkin tak akan ada hati yang terluka dalam diam ku
Sebab Islam mengajarkan kasih tanpa pandang bulu 
Bukan memberi harap lalu kembali dengan luka baru

Kini biarlah semua kembali pada tempatnya
Aku tak ingin menggugat takdir pada manusia
Mungkin Allah sedang menjagaku dari kecewa
Yang lebih dalam dari sekadar kehilangan sementara
Kalian bukan satu-satunya, tapi kalian pernah menjadi satu bagian di dalam jiwa

Aku belajar bahwa tidak semua yang datang membawa kebaikan
Tidak semua perhatian lahir dari kesungguhan
Allah memperlihatkan wajah pengkhianatan
Agar hati kembali bergantung hanya kepada Tuhan

Dan jika suatu hari namamu kembali terlintas di kepala ku
Semoga bukan lagi luka yang hadir menyapa ku
Melainkan pelajaran agar diri lebih baik pada-Mu
Menjaga hati sebelum berharap pada makhluk-Mu

Kini kubiarkan doa menjadi pengganti suara
Tak lagi ingin menuntut penjelasan panjang
Cukuplah Allah yang mengetahui isi dada
Tentang hati yang pernah jatuh lalu belajar pulang

Artikel ini telah ditayangkan di:
https://www.tanahribathmedia.com/2026/05/luka-yang-dijaga-diam.html
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin