GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus, Buah Dari Pendidikan Sekuler

Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus, Buah Dari Pendidikan Sekuler

Oleh: Tina Sitorus
(Pendidik Generasi) 

Universitas Indonesia menetapkan penonaktifan akademik sementara bagi 16 mahasiswa terduga melakukan kekerasan seksual secara digital, yang terjadi di lingkungan Fakultas Hukum selama periode 15 April hinggal 30 Mei 2026. Penonaktifan akademik bagi mahasiswa tersebut berdasarkan rekomendasi satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan UI untuk memastikan pemeriksaan berjalan optimal, obyektif dan berkeadilan. (Harian Kompas, 16-04-2026)

Sekularisme Kapitalisme Akar Masalah

Kekerasan seksual bukti buruknya pendidikan sistem kapitalisme. Belajar bukan menjadikan berakhlak mulia, tetapi perilaku menyimpang yang dimana pola pikirnya dan pola sikapnya jauh dari norma keislaman. Mahasiswa seharusnya adalah agen perubahan. Namun, fakta menjadikan mahasiswa berfikir sangat rendah hingga berfikir tentang bentuk tubuh wanita, tidak mencerminkan kualitas pendidikan yang memajukan bangsa.

Bagaimana jika orang-orang seperti ini yang akan dijadikan pemimpin di masa depan. Maka yang akan ditemukan pemimpin koruptor, tidak amanah dan gila kekuasaan. Kampus tempat berfikir kritis, inovatif dan menjadikan mahasiswa belajar bertanggungjawab. Kasus ini menjadikan tercemarnya status sebagai mahasiswa yang memiliki intelektual yang tinggi. Sebagai mahasiswa seharusnya memiliki pemikiran cemerlang bukan pemikiran negatif.

Kampus merupakan tempat umum untuk belajar bukan tempat untuk menormalisasi hal-hal yang menodai martabat wanita karena mereka terlahir untuk senantiasa dijaga bukan dilecehkan.

Setiap tindakan haruslah memahami apakah perbuatannya halal dan haram. Misalkan memilih bergabung di grup Whatsapp yang membahas hal-hal negatif terhadap wanita mencerminkan kumpulan mahasiswa yang buruk akhlaknya dan menormalisasi perilaku menyimpang dari ajaran Islam. 

Kampus ternama pun belum tentu mencerminkan kualitas yang bagus karena mereka belajar hanya untuk mendapatkan materi tanpa didasari ketakwaan kepada Allah Swt.. Kuliah hanya ingin mendapatkan gelar maka akan didapatkan lulusan yang merusak negara dan tidak memiliki kebermanfaatan untuk masyarakat. Belajar ilmu dunia tanpa didasari ketakwaan akan mudah terikut arus negatif seperti pelecehan seksual, pacaran, judi online, narkoba, hedonisme dan mahasiswa yang merugikan orangtua maupun negara.

Perilaku seseorang bisa dilihat dengan siapa dia bergaul. Maka jelas mahasiswa UI yang bergabung dalam satu grup telah bekerja sama melakukan pelecehan kepada wanita tanpa saling menasehati dalam grup tersebut. 

Islam Hadir Sebagai Solusi

Islam agama yang sempurna yang mampu mengatasi segala problematika kehidupan. 
Sebelum kekerasan seksual muncul sudah diberikan peringatan kepada setiap muslimah agar menjaga aktivitas jika keluar rumah seperti berpakaian syar'i memakai jilbab dan kerudung, tidak tabarruj, tidak campur baur dengan lawan jenis, berbicara seperlunya saja tidak membahas sesuatu diluar pelajaran.
 
Sebagai mahasiswa agen perubahan mampu mengatasi problematika ummat, mencerdaskan anak-anak bangsa, memiliki kecerdasan pemikiran yang kuat dan tajam, sehingga tidak mudah terbawa arus negatif.

Seperti halnya pemuda, Muhammad Al-fatih yang menjadi Sultan Utsmaniyah pada usia 14 Tahun dan mampu menaklukkan Konstantinopel di usia 21 Tahun. Salah satu gambaran ketika anak mendapatkan pengetahuan Islami sejak dini. Karakter anak yang memiliki jiwa pemimpin, bertanggung jawab dan tidak meninggalkan salat rawatib apalagi salat wajib. Anak yang salih tidak tumbuh begitu saja ada banyak peran orangtua yang sholeh dan lingkungan yang islami.

Mahasiswa yang memiliki usia 20 sampai 30 tahun memiki tenaga yang kuat, pemikiran yang cemerlang. Mahasiswa mampu menciptakan inovasi baru dan bermanfaat untuk masyarakat, sehinga apapun problematika masyarakat solusinya dapat dipikirkan oleh mahasiswa. 

Mahasiswa senantiasa belajar, berdiskusi dan memiliki jiwa kepemimpinan berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Mereka tidak mudah terpengaruh arus globalisasi yang menyimpang dari ajaran Islam. Dalam Islam akan ditemukan mahasiswa yang memiliki ketakwaan kepada Alah Swt., senantiasa amar makruf dan semangat berkarya untuk memajukan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan Teknologi) yang bermanfaat untuk ummat. Sebagaimana mahasiswa yang mampu memecahkan permasalahan dan menciptakan inovasi baru, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan melaksanakan perintahnya dan menjahui segala larangannya. 

Sebagaimana yang tercantum dalam Al- Qur'an surat Al ahzab ayat 21 yang artinya,

"Sungguh pada diri Rasulullah benar-benar ada suri tauladan bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat serta yang banyak mengingat Allah."

Wallahu a'lam bisshowab.
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin