GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Ambisi Israel Raya: Palestina Dirampas, Al-Aqsa Diincar

Ambisi Israel Raya: Palestina Dirampas, Al-Aqsa Diincar

Oleh: Iin Mutmainah 
(Aktivis Muslimah Kepulauan Riau) 

Palestina kembali menjadi saksi atas kezaliman yang terus berlangsung tanpa henti. Di saat dunia berbicara tentang perdamaian dan gencatan senjata, entitas zionis justru terus melancarkan agresi ke Gaza, memperluas pemukiman ilegal di Tepi Barat, dan semakin menunjukkan ambisinya untuk menguasai seluruh wilayah Palestina. Bahkan berbagai tindakan provokatif terhadap Masjid Al-Aqsa terus dilakukan sebagai simbol klaim kekuasaan atas tanah suci umat Islam tersebut.

Apa yang terjadi hari ini bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Berbagai kebijakan dan tindakan yang dilakukan entitas zionis menunjukkan adanya arah yang jelas, yaitu mewujudkan proyek "Israel Raya". Perluasan pemukiman ilegal, perampasan tanah warga Palestina, pembangunan pos-pos militer baru, hingga penghancuran permukiman dan fasilitas umum merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengubah peta demografi dan geografis Palestina.

Di Gaza, rakyat Palestina terus menghadapi penderitaan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Ribuan nyawa melayang, keluarga tercerai-berai, rumah-rumah hancur, dan anak-anak kehilangan masa depan mereka. Dunia menyaksikan semua itu secara langsung melalui layar televisi dan media sosial. Namun, hingga hari ini penderitaan tersebut belum juga berakhir.

Di Tepi Barat, ekspansi pemukiman ilegal terus dilakukan. Tanah-tanah milik rakyat Palestina dirampas sedikit demi sedikit. Wilayah yang seharusnya menjadi hak bangsa Palestina semakin menyusut akibat kebijakan pendudukan yang terus berlangsung. Sementara itu, berbagai tindakan terhadap Masjid Al-Aqsa menambah luka mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Al-Aqsa bukan hanya milik rakyat Palestina, tetapi bagian dari akidah umat Islam.

Apa yang dilakukan entitas zionis merupakan bentuk penjajahan modern yang sarat dengan kekerasan, perampasan hak, dan pelanggaran kemanusiaan. Ketika rakyat sipil menjadi korban, ketika rumah ibadah terancam, dan ketika suatu bangsa kehilangan tanah serta hak hidupnya, maka yang terjadi bukan sekadar konflik politik, melainkan tragedi kemanusiaan yang serius.

Yang membuat keadaan semakin memprihatinkan adalah adanya dukungan politik, diplomatik, dan militer dari negara-negara besar terhadap entitas zionis. Berbagai kecaman internasional sering kali tidak diikuti langkah nyata yang mampu menghentikan agresi tersebut. Akibatnya, pelanggaran demi pelanggaran terus terjadi tanpa memberikan efek jera kepada pelakunya.

Di sisi lain, dunia Islam masih terlihat tercerai-berai dalam batas-batas nasionalisme. Negeri-negeri Muslim memiliki sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk yang besar, serta kekuatan militer yang tidak sedikit. Namun semua potensi tersebut belum mampu diwujudkan menjadi kekuatan politik yang efektif untuk melindungi Palestina. Akibatnya, rakyat Palestina terus berjuang hampir sendirian menghadapi tekanan yang begitu besar.

Dalam pandangan Islam, Palestina bukan sekadar persoalan wilayah, melainkan bagian dari amanah umat. Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah dan akidah Islam. Karena itu, pembelaan terhadap Palestina tidak boleh berhenti pada simpati, doa, atau bantuan kemanusiaan semata, tetapi harus melahirkan kesadaran politik umat untuk mewujudkan persatuan yang hakiki.

Persatuan umat Islam tidak cukup dibangun di atas rasa iba sesaat, melainkan harus diwujudkan dalam sebuah kepemimpinan yang mampu menyatukan potensi umat dan mengarahkan kekuatannya untuk melindungi negeri-negeri Islam. Dalam perspektif dakwah ideologis Islam, keberadaan Khilafah dipandang sebagai institusi yang dapat menyatukan umat Islam, menghilangkan sekat nasionalisme, serta mengonsolidasikan kekuatan politik dan militer kaum Muslim dalam menghadapi berbagai bentuk penjajahan dan agresi.

Karena itu, tragedi Palestina seharusnya tidak hanya membangkitkan emosi, tetapi juga melahirkan kesadaran. Selama akar persoalan berupa perpecahan umat dan dominasi kekuatan penjajah belum diselesaikan, penderitaan Palestina berpotensi terus berulang. Palestina membutuhkan lebih dari sekadar belas kasihan dunia. Palestina membutuhkan pembelaan nyata, persatuan umat, dan kepemimpinan yang menjadikan pembebasan negeri-negeri Islam sebagai bagian dari tanggung jawabnya.
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin