Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba
(Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah)
Sungguh mengejutkan! Dunia rasa-rasanya semakin kacau saja. Kali ini permasalahan muncul dari berbagai aspek. Ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan, bahkan juga kesejahteraan. Kita tercekik dari segala sisi.
Mulai dari nilai tukar rupiah yang semakin melemah. Harga BBM naik. Fasilitas serta pelayanan pendidikan dan kesehatan yang tidak merata. Hingga berbagai kebijakan yang semakin tak terkendali.
Di tengah segala kekacauan itu masih ada saja suara-suara sumbang yang mengatakan, "Udahlah, masih muda ngapain susah-susah ngurusin hal yang ga ada kaitannya dengan kita!" Dan berbagai redaksi kalimat yang hampir senada.
Lucu rasanya jika masih ada yang mengatakan ini tidak ada hubungannya dengan kita. Karena sejatinya semua hal yang terjadi akan terasa dampaknya untuk kita. Mungkin tidak langsung, tapi percayalah itu semua perlahan akan berpengaruh pada kita.
Malu ga sih kalau kini di usia yang masih muda kita malah apatis? Padahal kitalah generasi yang diharapkan untuk menjadi pelopor perubahan. Apapun yang kita lakukan hari ini akan terasa dampaknya di kemudian hari.
Hari ini udah bukan saatnya lagi saling lempar kewajiban yang sudah seharusnya kita lakukan. Memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa di setiap problematika pasti memiliki solusinya. Tinggal kitanya aja yang harus mempelajarinya.
Hidup adalah pilihan. Jika hari ini kita memilih untuk abai dan tidak peduli terhadap permasalahan, akan ada banyak pemuda lainnya yang siap untuk menggantikan. Apakah kita tidak ingin menjadi bagian dari pemuda yang senantiasa mengusahakan perbaikan peradaban?
Allah menciptakan kita agar kita beribadah kepada-Nya. Beribadah itu bukan hanya sekadar salat, puasa, ataupun zakat. Menyampaikan kritik serta saran terhadap kebijakan yang zalim juga termasuk ibadah.
Oleh karenanya sebagai seorang pemuda jangan menjadi apatis alias abai dan tidak peduli. Karena kita diciptakan bukan tanpa alasan. Kita diciptakan untuk menjadi pelopor perubahan peradaban.
Mungkin akan terasa sulit jalannya di depan sana. Tapi pada pemuda yang yakin akan pertolongan Tuhannya maka ia akan berusaha semampunya dan tak lupa memohon pertolongan-Nya. Sebab ia sangat memahami bahwa perbaikan peradaban ini butuh ketaatan yang paripurna kepada Allah Subhannahu wata'ala.
Wallahu a'lam bish showwab.


0Komentar