Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba
(Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah)
Akhir-akhir ini beranda media sosial dipenuhi dengan berbagai berita yang menyesakkan dada. Entah mengapa semuanya seolah menghimpit kehidupan kita. Mulai dari permasalahan yang ada di Papua hingga penjajahan yang terjadi di Palestina dan wilayah-wilayah lainnya.
Bukankah gelar kita adalah khairu ummah (umat terbaik)? Tapi mengapa kenyataan yang ada saat ini menunjukkan sebaliknya? Di satu wilayah kaum muslimin terjajah tanpa henti. Di wilayah lainnya kaum muslimin juga dihadapkan pada kemiskinan serta kesengsaraan setiap hari.
Di mana kita yang dahulu bisa menaungi 2/3 dunia? Di mana kita yang dahulu menjadi mercusuar dunia? Di mana kita yang dahulu selalu menjadi rujukan ilmu pengetahuan dan wawasan yang luasnya tiasa terkira?
Mengapa pada satu masa kita pernah berjaya dan pada masa setelahnya kita tak berdaya? Mengapa dahulu kita mampu menjadi pusat peradaban dunia sedangkan kini hanya untuk sekadar hidup layak saja tak bisa? Ini menjadi sebuah pertanyaan refleksi untuk kita semua.
Kita adalah umat yang seharusnya mampu untuk memimpin dunia. Tapi sayangnya ketika Islam hanya dijadikan sebagai ibadah ritual semata, maka akhirnya kita menjadi umat yang sangat terbelakang dibandingkan yang lainnya.
Sebab, Islam telah hadir dengan sangat sempurna. Menjadi solusi nyata atas segala problematika yang ada. Tapi seringkali kita merasa malu untuk menggunakannya. Padahal dengan Islam umat ini pernah mencapai kejayaannya.
Tidakkah kita merindukan kehadirannya? Kehadiran sebuah sistem yang mampu untuk memperbaiki keadaan yang ada. Tak hanya itu, sistem ini juga berlaku adil kepada semuanya. Bukan hanya kepada pemangku jabatan, tapi juga kepada rakyat yang berada dalam naungannya.
Dalam sistem ini juga mampu memberikan kesejahteraan dan keamanan kepada rakyatnya. Bukan hanya dari sisi ekonomi yang diperbaiki olehnya. Tapi juga kesehatan dan pendidikan yang juga diutamakan. Selain itu keamanan juga dijamin oleh sistem ini.
Sistem ini begitu sempurna karena Penciptanya langsung yang memiliki alam semesta, yakni Allah Subhannahu wata'ala. Tidak ada kekurangan sedikitpun di dalamnya. Bahkan ini adalah satu-satunya sistem yang mampu menjadi solusi yang sangat komprehensif untuk seluruh problematika yang ada.
Oleh karenanya, di bulan Muharram kali ini jangan hanya dijadikan sebagai momentum tahunan belaka. Jadikanlah bulan mulia ini sebagai titik perubahan kita menuju arah yang lebih baik lagi.
Jika dahulu bulan Muharram menjadi bulan hijrahnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan para sahabat untuk mendirikan Daulah Islam di Madinah, maka kini jadikan bulan Muharram sebagai titik awal perubahan.
Bukan berubah menjadi lebih baik hanya sebagai individu saja, tapi juga hingga level negara. Sebab sejatinya Islam bukan hanya sekadar ibadah ritual semata–melainkan juga sebuah sistem yang mampu menjadi solusi nyata atas segala problematika yang ada.
Wallahu a'lam bish showwab.


0Komentar