GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Balap Liar Bukan Sekadar Kenakalan Remaja, tetapi Alarm Rusaknya Sistem Pembinaan Generasi

Balap Liar Bukan Sekadar Kenakalan Remaja, tetapi Alarm Rusaknya Sistem Pembinaan Generasi

Oleh: Iin Mutmainah, S.Pd
(Sahabat Komunitas Muslimah Batam)

Belum lama ini, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau mengungkap bahwa pelaku balap liar di Batam didominasi oleh pelajar SMP dan SMA. Orang tua pun diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Berita ini menjadi pengingat bahwa persoalan balap liar bukan lagi kasus biasa, melainkan sinyal bahwa pembinaan generasi sedang menghadapi tantangan serius (Batamnews, 27 Juni 2026).

Masa remaja adalah masa emas untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang bermanfaat. Namun, ketika malam-malam mereka justru dihabiskan di jalanan untuk balap liar, bahkan mempertaruhkan keselamatan diri dan orang lain, tentu ada persoalan yang lebih dalam daripada sekadar kenakalan remaja.

Balap liar tidak berdiri sendiri. Aktivitas ini kerap menjadi pintu masuk berbagai kemungkaran lain, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, tawuran, perjudian, hingga tindak kriminal lainnya. 

Ketika pelajar kehilangan arah hidup, mereka akan lebih mudah mencari pengakuan melalui aktivitas yang berbahaya dan merugikan banyak pihak. Karena itu, persoalan ini tidak dapat dibebankan hanya kepada orang tua. Keluarga memang memiliki peran penting, begitu pula sekolah dan masyarakat. Namun, jika lingkungan kehidupan terus dipenuhi budaya kebebasan dan jauh dari nilai-nilai Islam, maka berbagai penyimpangan akan terus bermunculan.

Berbagai razia dan patroli telah dilakukan, tetapi balap liar terus berulang. Hal ini menunjukkan bahwa penyelesaian yang hanya bersifat teknis belum mampu menyentuh akar persoalan. Yang dibutuhkan adalah pembinaan yang mampu membentuk pola pikir dan pola sikap generasi agar memahami untuk apa mereka hidup. Salah satu akar masalahnya adalah banyak pelajar yang belum memahami tujuan hidup yang hakiki. 

Dalam Islam, manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah Swt. dan menjalankan seluruh aktivitas sesuai syariat-Nya. Ketika tujuan hidup ini tidak tertanam kuat, kesenangan sesaat akan lebih mudah menguasai hati mereka.

Generasi hari ini juga hidup dalam sistem kehidupan yang sekuler, yaitu sistem yang memisahkan agama dari pengaturan kehidupan. Agama lebih sering diposisikan sebagai urusan pribadi, sementara cara hidup diatur oleh pemikiran manusia. Akibatnya, pembentukan kepribadian Islam tidak menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi.

Islam menawarkan solusi yang menyeluruh. Generasi muda harus dibina agar memiliki akidah yang kokoh, memahami tujuan hidup, serta menjadikan halal dan haram sebagai standar dalam bertindak. Dengan keimanan yang kuat, mereka tidak akan mudah tergoda oleh aktivitas yang membahayakan diri maupun masyarakat.

Selain pembinaan individu, Islam juga menghadirkan kontrol masyarakat melalui aktivitas amar makruf nahi mungkar. Masyarakat tidak bersikap acuh terhadap kemaksiatan, tetapi saling mengingatkan dalam kebaikan, menjaga lingkungan tetap kondusif, dan bersama-sama melindungi generasi dari berbagai penyimpangan.

Di samping itu, negara memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan masyarakat. Negara wajib menerapkan aturan yang adil, memberikan sanksi tegas kepada siapa saja yang mengganggu ketertiban umum, serta membangun seluruh kebijakan berdasarkan syariat Islam.

Dengan demikian, kemaksiatan tidak hanya dicegah melalui nasihat, tetapi juga melalui sistem yang mampu memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat.

Inilah indahnya mekanisme Islam dalam menjaga kehidupan. Ketakwaan individu menjadi benteng pertama, kontrol masyarakat melalui amar makruf nahi mungkar menjadi benteng kedua, dan kehadiran negara yang menerapkan syariat Islam menjadi benteng ketiga.

Sinergi ketiganya akan melahirkan lingkungan yang aman, generasi yang bertakwa, serta kehidupan yang penuh keberkahan. Sudah saatnya kita tidak hanya sibuk menyalahkan pelajar, tetapi bersama-sama memperjuangkan sistem kehidupan yang mampu menjaga mereka sejak awal.
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin