GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Batam Perkuat Layanan HIV, Tetapi Apakah Akar Persoalannya Sudah Diberantas?

Batam Perkuat Layanan HIV, Tetapi Apakah Akar Persoalannya Sudah Diberantas?

Oleh: Iin Mutmainah S.Pd
(Sahabat Komunitas Muslimah Batam)

Pemerintah Kota Batam terus memperkuat layanan penanganan HIV sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup para pasien. Langkah ini tentu layak diapresiasi karena menunjukkan adanya perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan pengobatan dan pendampingan. Terapi antiretroviral (ARV), layanan skrining, hingga edukasi kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar yang penting untuk menyelamatkan jiwa (Mediaindonesia, 11 Juli 2026).

Namun demikian, muncul pertanyaan yang lebih mendasar. Apakah memperkuat layanan HIV sudah cukup untuk menghentikan laju penyebaran penyakit ini? Ataukah kita baru sibuk mengobati akibat, sementara penyebabnya tidak pernah benar-benar disentuh? Sebab, selama akar persoalan dibiarkan, maka kasus-kasus baru akan terus bermunculan.

Selama ini HIV lebih banyak dipandang sebagai persoalan medis semata. Virusnya diteliti, obatnya disediakan, layanannya diperkuat, sementara faktor-faktor yang meningkatkan risiko penularannya sering kali hanya dibahas sepintas.

Padahal, penyelesaian yang benar tidak cukup hanya berfokus pada hilir. Setiap persoalan harus diselesaikan dari hulunya agar solusi yang dihasilkan benar-benar tuntas.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa HIV dapat menular melalui beberapa cara, di antaranya hubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan yang terinfeksi, penggunaan jarum suntik secara bergantian, maupun penularan dari ibu kepada bayi dalam kondisi tertentu. Karena itu, upaya pencegahan tidak dapat dilepaskan dari pembahasan mengenai perilaku yang meningkatkan risiko penularan. Mengabaikan faktor-faktor tersebut sama saja dengan membiarkan sumber masalah tetap terbuka.

Dalam pandangan Islam, kesehatan bukan hanya berarti bebas dari penyakit, tetapi juga terjaganya agama, jiwa, akal, keturunan, dan kehormatan manusia. Oleh sebab itu, Islam tidak hanya memerintahkan pengobatan ketika penyakit telah muncul, tetapi juga menetapkan aturan kehidupan yang mencegah manusia terjerumus kepada sebab-sebab yang dapat merusak dirinya.

Sistem pergaulan Islam dibangun untuk menjaga kemuliaan manusia. Islam mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan, memuliakan institusi pernikahan, melarang zina serta segala jalan yang mengantarkan kepadanya, dan membangun budaya malu sebagai benteng masyarakat. 

Aturan ini bukanlah bentuk pengekangan kebebasan, melainkan bentuk perlindungan terhadap kehormatan manusia sekaligus pencegahan terhadap berbagai dampak sosial maupun kesehatan.

Allah Swt. berfirman: "Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra' [17]: 32).

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya melarang perzinaan, tetapi juga melarang segala jalan yang mengarah kepadanya. Inilah konsep pencegahan yang diajarkan Islam. Ketika pergaulan diatur dengan syariat, kehormatan manusia terlindungi, keturunan terjaga, dan berbagai kerusakan sosial maupun kesehatan dapat dicegah sejak dari akarnya.

Karena itu, memperkuat layanan HIV tetap merupakan langkah yang baik dan harus didukung. Mereka yang hidup dengan HIV berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, pengobatan yang memadai, serta perlakuan yang manusiawi tanpa diskriminasi. Menjaga jiwa adalah salah satu tujuan utama syariat Islam. Akan tetapi, kasih sayang yang sesungguhnya juga diwujudkan dengan mencegah agar semakin sedikit orang yang mengalami kondisi serupa.

Sayangnya, jika negara hanya fokus pada pelayanan kesehatan sementara budaya pergaulan bebas terus mendapat ruang atas nama kebebasan individu, maka persoalan ini tidak akan pernah selesai. Negara akan terus mengalokasikan anggaran untuk mengobati dampak, tetapi penyebabnya tetap tumbuh. Inilah yang sering terjadi ketika solusi yang diambil hanya bersifat parsial dan tidak menyentuh akar persoalan.

Pada akhirnya, persoalan HIV bukan sekadar persoalan medis, tetapi juga persoalan sistem kehidupan. Selama masyarakat hidup dalam sistem sekuler-kapitalisme yang mengagungkan kebebasan individu dan memisahkan agama dari pengaturan kehidupan, berbagai perilaku yang meningkatkan risiko kerusakan akan terus bermunculan. Negara akhirnya lebih banyak berperan sebagai pengelola akibat daripada pencegah kerusakan sejak awal.

Islam datang bukan sekadar menawarkan program kesehatan, melainkan sebuah sistem kehidupan yang berasal dari Allah Swt. Sistem ini membina ketakwaan individu, menghadirkan kontrol masyarakat melalui amar makruf nahi mungkar, serta mewajibkan negara menerapkan syariat Islam secara kaffah.

Dengan penerapan syariat secara menyeluruh, pergaulan dijaga, keluarga diperkuat, media diarahkan menjadi sarana membangun kepribadian Islam, dan negara menjalankan fungsinya sebagai pelindung umat. 
Inilah solusi yang tidak hanya mengobati penyakit, tetapi juga menutup pintu-pintu yang melahirkan penyakit.

Sudah saatnya kaum Muslim tidak lagi merasa cukup dengan solusi-solusi parsial yang hanya mengobati gejala. Umat membutuhkan perubahan yang mendasar, yaitu kembali menjadikan Islam sebagai ideologi dan aturan kehidupan.

Firman Allah Swt., "Maka putuskanlah perkara di antara mereka menurut apa yang telah Allah turunkan dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka..." (QS. Al-Ma'idah: 49).

Hanya dengan penerapan syariat Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan, kesehatan masyarakat, kehormatan manusia, dan kemuliaan peradaban dapat diwujudkan. 

Inilah solusi tuntas yang menyelesaikan persoalan hingga ke akarnya, bukan sekadar mengobati dampaknya.
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin