GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Fasilitas Umum Dijarah, Siapa yang Sebenarnya Rusak?

Fasilitas Umum Dijarah, Siapa yang Sebenarnya Rusak?

Oleh: Iin Mutmainah 
(Aktivis Muslimah Kepulauan Riau) 

Di tengah upaya membangun kota yang nyaman dan aman, masyarakat kembali dikejutkan dengan kabar pencurian besi pada fasilitas umum di Terowongan Pelita, Batam.

Ironisnya, pelaku diduga melakukan aksi tersebut untuk mendapatkan uang membeli narkoba. Peristiwa ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, tetapi menjadi cermin adanya persoalan yang lebih dalam. (Batamnews, 15 Juni 2026)

Fasilitas umum dibangun menggunakan uang rakyat. Jalan, jembatan, penerangan, hingga terowongan adalah hak seluruh masyarakat. Ketika fasilitas itu dirusak atau dicuri, bukan hanya pemerintah yang dirugikan, tetapi seluruh warga yang memanfaatkannya setiap hari.

Banyak orang mungkin akan berkata, "Pelakunya memang jahat." Tentu, setiap pelaku kejahatan harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Namun, jika kasus serupa terus berulang, kita juga perlu bertanya, mengapa kejahatan seperti ini terus bermunculan?

Penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu pemicu. Ketika seseorang sudah diperbudak oleh candu, akal sehat bisa tertutup. Demi mendapatkan barang haram tersebut, harta milik siapa pun dapat menjadi sasaran, bahkan fasilitas yang digunakan bersama.

Namun, persoalan ini tidak cukup dipandang sebagai kesalahan individu semata. Dibutuhkan lingkungan yang mampu menjaga akhlak masyarakat, mencegah peredaran narkoba secara serius, sekaligus menghadirkan kehidupan yang lebih layak sehingga masyarakat tidak mudah terjerumus ke dalam tindak kriminal.

Negara memiliki peran yang sangat penting. Penegakan hukum terhadap perusak fasilitas umum harus dilakukan secara tegas agar memberikan efek jera sekaligus melindungi kepentingan masyarakat luas. Di saat yang sama, upaya pencegahan melalui pemberantasan narkoba dan pembinaan masyarakat juga tidak boleh diabaikan.

Dalam pandangan Islam, menjaga harta milik umum merupakan kewajiban. Fasilitas yang digunakan masyarakat termasuk amanah yang tidak boleh dirusak ataupun diambil secara zalim. Islam juga mengenal sistem sanksi yang bertujuan menjaga keamanan masyarakat sekaligus mencegah kejahatan terulang.

Selain itu, Islam mendorong negara untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat serta membangun sistem sosial yang mendukung amar makruf nahi mungkar. Ketika kebutuhan pokok terpenuhi, nilai keimanan dijaga, dan kemungkaran dicegah bersama, peluang munculnya berbagai tindak kriminal dapat ditekan.

Peran masyarakat juga tidak kalah penting. Kepedulian terhadap lingkungan, keberanian melaporkan tindak kejahatan, serta saling mengingatkan dalam kebaikan merupakan benteng yang memperkuat keamanan bersama.

Kita tentu berharap Batam dan Kepulauan Riau menjadi daerah yang maju, aman, dan bermartabat. Namun, kemajuan tidak cukup diukur dari banyaknya pembangunan fisik. Yang lebih penting adalah hadirnya masyarakat yang berakhlak serta sistem yang mampu menjaga keamanan, keadilan, dan kesejahteraan. Tiada lain hanya ada di dalam sistem khilafah.

Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Menjaga fasilitas umum berarti menjaga hak masyarakat. Membangun manusia yang bertakwa, menghadirkan penegakan hukum yang adil, dan memperkuat kepedulian sosial merupakan langkah penting untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin