Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba
(Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah)
Keadilan. Satu hal yang sepertinya sulit terwujud di sistem saat ini yang menuhankan keuntungan daripada kemaslahatan. Lihatlah berbagai kejadian akhir-akhir ini yang begitu mencengangkan. Hukum dipaksa tunduk pada kepentingan dan yang memiliki kekuasaan.
Miris sekali melihatnya. Sudah terlalu sering kita menyaksikan bagaimana hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Begitu represif kepada rakyat biasa tapi tidak kepada penguasa. Lihatlah para koruptor yang bisa melenggang bebas tanpa hukuman, atau para korporat yang bebas membuka usaha meski lagi-lagi rakyat yang disengsarakan.
Hal ini terjadi disebabkan oleh sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini. Sistem yang berasaskan paham sekularisme, yakni memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga mereka menganggap bahwa agama hanya bisa digunakan ketika di dalam masjid atau rumah ibadah. Sedangkan di ranah umum–baik politik, ekonomi, peradilan, maupun yang lainnya agama tidak perlu ikut campur.
Ini yang akhirnya menjadikan berbagai kerusakan terjadi. Sebab agama hanya dijadikan sebagai ibadah ritual semata. Tapi untuk urusan di luar itu tidak punya kuasa. Akhirnya ini menjadikan para penguasanya tidak memiliki ketakwaan kepada Allah Subhannahu wata'ala. Membuat kebijakan tanpa peduli pada kesejahteraan rakyatnya sebagaimana hukum syara'.
Hal ini sangat berbeda jauh dengan Islam. Islam sangat menjunjung tinggi hukum syara'. Satu-satunya tolok ukur perbuatan dalam Islam adalah hukum syara'. Sehingga ini menjadikan para penguasanya memiliki boundaries (batasan). Tidak melakukan sesuatu di luar yang dibolehkan syari'at.
Dalam Islam, ketakwaan individu juga dibangun bersamaan dengan adanya kontrol masyarakat sehingga penguasa tidak merasa bebas melakukan apa saja. Jika ia melanggar syari'at maka akan ada banyak yang menasehatinya. Pun, dalam Islam tidak ada sekat antara penguasa dengan rakyatnya. Bahkan rakyat bisa dengan mudah mengeluarkan aspirasi atau pendapatnya kepada penguasa (Khalifah).
Ini yang menjadikan Khalifah terjaga dari perbuatan yang tidak adil. Maka, tidak ada cara lain untuk menjadikan keadilan bisa terwujud dalam kehidupan selain menjadikan syariat Islam sebagai satu-satunya sistem yang ditegakkan di seluruh penjuru dunia.
Wallahu a'lam bish showwab.


0Komentar