Oleh: Ummu Shofiyyah
Di saat semua ikhtiar telah kujalani,
kaki melangkah hingga lelah,
tangan bekerja hingga letih,
dan doa tak pernah putus di setiap sujud.
Namun hasilnya masih sama
Nol.
Seakan dunia tak memberi ruang,
seakan semua jalan berujung buntu.
Aku tersenyum di hadapan manusia,
namun diam-diam menangis dalam doa.
Ya Allah...
Hamba ini lelah,
namun bukan berarti ingin meninggalkan-Mu.
Hamba ini rapuh,
namun masih menggenggam harapan pada rahmat-Mu.
Di tengah sulitnya keadaan,
Engkau kirimkan orang-orang baik.
Mereka menguatkan saat kami hampir jatuh,
mereka membantu saat kami hampir menyerah.
Ya Allah...
Jangan jadikan mereka ikut merasakan sempitnya hidup karena kami.
Balaslah setiap kebaikan mereka dengan kebaikan yang berlipat,
lapangkan rezeki mereka,
bahagiakan hati mereka,
dan muliakan mereka di dunia serta akhirat.
Ya Rabb...
Jika hari ini kami berada di titik nol,
maka jadikanlah titik ini sebagai awal pertolongan-Mu.
Jika semua pintu bumi terasa tertutup,
bukakanlah untuk kami pintu langit-Mu.
Kami tidak meminta hidup tanpa ujian,
namun kami memohon kekuatan untuk menjalaninya.
Kami tidak meminta jalan yang mudah,
namun kami memohon agar Engkau selalu menggenggam tangan kami.
Karena sesungguhnya,
ketika dunia menjauh,
kami masih memiliki Engkau.
Ketika manusia tak mampu menolong,
Engkau Maha Mampu.
Ketika harapan hampir padam,
rahmat-Mu tak pernah habis.
Ya Allah...
Cukupkanlah kami dengan pertolongan-Mu,
kuatkan hati kami dengan kasih sayang-Mu,
dan jangan biarkan kami berharap kepada selain-Mu.
Sebab di titik nol inilah kami belajar,
bahwa tidak ada tempat kembali yang paling aman,
selain kepada-Mu.
Batam, 16 Juli 2026


0Komentar