Oleh: Nai Ummu Maryam
Bendera dikibarkan tinggi
Tapi perut masih berbisik lapar tanpa henti
Pidato menggelegar di istana
Tapi kemiskinan ekstrem masih terpampang nyata
Kata "merdeka" diulang berkali-kali
Sementara dompet kosong menyapa penuh arti
Merdeka masih sebatas ilusi
Bendera usang dimakan janji-janji
Pura-pura merdeka, rentetan pajak sangat muak untuk dinikmati
Pura-pura merdeka, koruptor laknat masih terus mengintai negeri
Lalu, siapa yang sesungguhnya merdeka?
Ialah insan yang tidak terbelenggu hawa nafsu
Ialah insan yang mencari rido ilahi tanpa batas waktu
Merdeka bukan karena kekayaannya namun dilihat dari keberkahan
Merdeka bukan karena gedung pencakar langit namun bebas dari penghambaan kepada hukum manusia
Kita semua pura-pura merdeka di tengah sekat nasionalis yang mengikat
Mengaburkan batas dan kekuatan akidah
Hingga sibuk dengan urusan yang tak ada guna
Merdeka bukan tentang tiang bendera
Merdeka bukan tentang iuran perlombaan
Merdeka dikala hidup kita selalu taat kepada Sang Pencipta


0Komentar