GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Rahmat yang Menjaga Kehidupan Manusia

Rahmat yang Menjaga Kehidupan Manusia

Oleh: Margaret Erfika
(Aktivis Muslimah Kepulauan Riau) 

Di tengah dunia yang makin dipenuhi berbagai bentuk kejahatan, sering kali kita mendengar kabar yang mengiris hati, hanya mencuri buah, kayu bakar atau seekor ayam karena kelaparan justru mendapatkan hukuman bertahun-tahun penjara. Namun berbanding terbalik dengan kasus para koruptor yang mereka mampu mempermainkan hukum.

Di tempat lain, seorang petugas keamanan (security) kehilangan nyawanya hanya karena berusaha menjalankan tugas dengan melarang sekelompok pemuda mencoret dinding. Ia dipukuli, diborgol, lalu dibuang ke sungai. 

Peristiwa-peristiwa seperti ini mengundang pertanyaan besar: mengapa kehidupan manusia seolah menjadi begitu murah? Mengapa kezaliman dan rasa tidak adil semakin mudah terjadi? Dan adakah sebuah sistem yang benar-benar mampu menjaga hak setiap manusia?

Syariat Islam adalah seluruh aturan yang Allah Swt. turunkan melalui Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ sebagai pedoman hidup manusia. Syariat tidak hanya mengatur ibadah seperti salat, puasa, dan zakat, tetapi juga mengatur ekonomi, pendidikan, pergaulan, pemerintahan, peradilan, hingga sistem sanksi pidana.

Allah Swt. berfirman: "Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui." (QS. Al-Jatsiyah: 18)

Syariat hadir bukan untuk membatasi manusia, melainkan untuk menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Semua itu merupakan kebutuhan mendasar agar kehidupan manusia berjalan dengan aman dan penuh keadilan.

Allah adalah Pencipta manusia. Dia mengetahui apa yang terbaik bagi ciptaan-Nya. Sebagaimana sebuah mesin memiliki buku petunjuk dari pembuatnya, demikian pula manusia memerlukan aturan dari Sang Pencipta.

Tanpa aturan yang berasal dari Allah, manusia akan membuat hukum berdasarkan hawa nafsu, kepentingan, atau tekanan kekuasaan. Akibatnya, standar benar dan salah menjadi berubah-ubah sesuai kepentingan manusia.

Syariat hadir untuk memastikan bahwa setiap orang memperoleh haknya, yang lemah dilindungi, yang tertindas dibela, dan yang berbuat zalim mendapatkan hukuman yang adil melalui proses peradilan, bukan melalui amarah massa.

Ketika hukum Allah tidak dijadikan pedoman dalam kehidupan, manusia cenderung mengikuti hawa nafsu. Rasa takut kepada Allah semakin berkurang, sementara keinginan pribadi semakin diutamakan.

Fenomena main hakim sendiri, pembunuhan, perampokan, korupsi, hingga berbagai bentuk kekerasan menunjukkan bahwa rasa aman semakin memudar. Padahal Allah Swt. telah mengingatkan: "Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar." (QS. Al-Isra': 33)

Dalam Islam, nyawa manusia memiliki kedudukan yang sangat mulia. Tidak seorang pun berhak menghilangkan nyawa orang lain tanpa alasan yang dibenarkan syariat dan tanpa keputusan pengadilan yang sah. Main hakim sendiri adalah bentuk kezaliman.

Selain lemahnya keimanan individu, berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan lemahnya penegakan hukum juga dapat menjadi faktor yang mendorong terjadinya kejahatan. Islam memandang bahwa persoalan tersebut perlu ditangani secara menyeluruh, bukan hanya menghukum pelakunya, tetapi juga membangun sistem yang menjamin kebutuhan dasar masyarakat serta menegakkan keadilan. 

Syariat Islam bukan hanya berbicara tentang hukuman, tetapi juga tentang pencegahan, pendidikan, dan keadilan.

Dalam sistem Islam, negara berkewajiban memenuhi kebutuhan pokok rakyat sehingga kemiskinan tidak dibiarkan menjadi penyebab seseorang terjerumus dalam kejahatan. Peradilan ditegakkan secara adil tanpa memandang status seseorang. Tidak ada ruang bagi main hakim sendiri karena setiap perkara diproses oleh lembaga peradilan yang berwenang.

Sanksi dalam Islam juga bertujuan menjaga masyarakat, memberikan efek jera, serta melindungi hak-hak korban. Dengan demikian, keamanan dan ketenteraman menjadi lebih mudah terwujud.

Syariat Islam mengajarkan bahwa darah, harta, dan kehormatan manusia adalah sesuatu yang harus dijaga. Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah suci atas kalian..."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Syariat Islam bukanlah sekadar kumpulan aturan, melainkan rahmat dari Allah Swt. bagi seluruh manusia. Ketika syariat dijalankan secara utuh, manusia tidak hidup berdasarkan hawa nafsu, melainkan berdasarkan keadilan yang ditetapkan oleh Sang Pencipta.

Peristiwa-peristiwa tragis yang terjadi di sekitar kita hendaknya menjadi pengingat bahwa manusia membutuhkan aturan yang mampu menjaga kehidupan, menegakkan keadilan, dan melindungi setiap jiwa dari kezaliman.

Semoga Allah Swt. memberikan kepada kita pemahaman yang benar tentang syariat-Nya, meneguhkan hati kita untuk mencintai hukum-hukum-Nya, serta menghadirkan kehidupan yang dipenuhi keadilan, keamanan, dan kasih sayang sesuai petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ. Aamiin.
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin