Pelecehan atau penistaan Al-Qur’an kembali terjadi. Kali ini terjadi di sebuah stan merek minuman beralkohol (Newport) dalam acara festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara (9–10 Agustus 2026).
Dalam acara ini diadakan tantangan (challenge) hafalan Surah Ad-Duha dengan hadiah sebotol minuman beralkohol. Sungguh peristiwa ini sangat menyakitkan umat Islam dan pelecehan yang sangat kasat mata.
Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam malah dijadikan bahan candaan dan pelecehan dengan menyandingkannya dengan minuman keras.
Mengapa ini Bisa Terjadi?
Pelecehan terhadap Al Qur’an dan ajaran Islam ini akan terus terjadi jika tidak ada sanksi yang tegas dan berefek jera pada para pelaku penista agama.
Mereka akan terus mengulang perilakunya dan bergerak bebas karena tidak adanya kejelasan sanksi bagi mereka.
Terlebih lagi perilaku mereka ini didukung oleh sistem sekularisme (meniadakan peran agama dalam mengatur kehidupan) yang dianut umat Islam Indonesia hari ini sehingga memberikan kebebasan bagi orang-orang yang tidak memiliki keimanan untuk melakukan hal yang sama.
Sistem ini pula yang memberikan peluang manusia untuk berperilaku bebas tanpa terikat norma agama, sehingga peristiwa pelecehan terhadap agama terus berulang dengan versi yang beragam.
Indonesia dengan mayoritas penduduknya beragama Islam tidak boleh berdiam diri terhadap pelecehan ini. Ayat-ayat Al Qur’an adalah perkataan Allah (kallamullah) yang kebenarannya tak ada yang bisa menyangsikannya.
Adab-adab terhadap Al Qur’an sudah diajarkan oleh para ulama. umat Islam semestinya sudah paham ini. Maka, menjadikan Al Qur’an seperti permainan sungguh telah melampaui batas dan menyakiti umat Islam.
Menghina Al Qur’an sama dengan menghina Allah dan menantang azab-Nya. Apakah negeri ini sudah siap untuk menerima murka Allah hingga menganggap peristiwa ini sebagai peristiwa biasa?
Sudah saatnya negara menanggapi serius peristiwa ini mengingat kejadian ini terus berulang dan tak menghadirkan efek jera pada pelaku sebelumnya sehingga tidak menutup kemungkinan peristiwa ini akan terus berulang.
Negara adalah perisai bagi rakyatnya sehingga ketika terjadi peristiwa pelecehan terhadap agama seperti saat ini, negara harus hadir untuk memberikan ketenangan bagi warganya dan memberikan kepastian hukum yang tegas dan menjamin peristiwa seperti ini tidak terjadi kembali.
Emmy Emmalya
Bogor


0Komentar