Aktivis Muslimah, Mega Marlina mengungkapkan ada empat tipe mukmin yang merusak Islam.
"Setidaknya ada empat tipe Mukmin yang merusak Islam, tuturnya dalam Kajian Muslimah Salihah: Beragam Tipe Manusia dalam Islam, di Manakah Posisi Kita? Pada Jum’at (14-08-2026) di Depok.
Menurutnya, keempat tipe tersebut yaitu: "Pertama, orang yang tidak mau mengamalkan ilmu," ujarnya.
Selanjutnya ia menyampaikan bahwa Allah Swt. memperingatkan melalui Al-Qur'an agar orang-orang beriman tidak mengatakan sesuatu yang tidak mereka kerjakan.
"Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan," kutipnya dalam Al-Qur’an surah as-Saff ayat 2-3.
Al-Qur’an, imbuhnya, memberikan perumpamaan yang sangat tegas bagi orang yang memiliki ilmu tetapi tidak mengamalkannya.
Rasulullah saw. sambungnya kembali, juga memberikan peringatan keras mengenai orang yang menyeru kepada kebaikan, tetapi dirinya sendiri tidak mengerjakannya.
"Pada malam aku diisra'kan, aku melihat beberapa orang bibirnya dipotong dengan gunting dari api. Aku bertanya: Siapa mereka? Jibril menjawab: Mereka adalah para penceramah dari umatmu, yang menyuruh orang berbuat baik tapi melupakan dirinya sendiri, padahal mereka membaca kitab," kutipnya dari hadis riwayat Muslim
“Ngeri banget. Ngajarin orang tapi diri sendiri ga ngamalin,” cecarnya.
Maka, ia menjelaskan, dalam hadis riwayat Bukhari-Muslim, disebutkan, seorang alim (orang berilmu) akan disiksa karena menyuruh manusia berbuat baik, tetapi ia sendiri tidak mengamalkannya dan melarang kemungkaran, tetapi justru melakukannya.
Ustazah Mega, sapaan akrabnya, kembali mengutip dari nasihat Imam Hasan Al-Bashri. “Sesungguhnya ilmu itu berseru: Amalkan aku. Jika dipenuhi maka aku akan tetap. Jika tidak maka aku akan pergi." Bahkan, Imam Syafi'i juga mengibaratkan orang yang berilmu tapi tidak mengamalkan ilmunyaseperti pohon tanpa buah: "Ilmu tanpa amal seperti pohon tanpa buah." Terangnya.
Kedua, katanya, orang yang beramal tanpa ilmu.
"Setiap Muslim diperintahkan untuk tidak mengikuti sesuatu yang tidak diketahui ilmunya. Sebab, pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt., " bebernya.
Selain itu, jelasnya, Rasulullah saw. mengingatkan bahwa setiap amalan harus memiliki tuntunan dari beliau.
“Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan itu tertolak,” kutipnya.
Ketiga, sebutnya orang yang tidak mau belajar.
Ketika ada sahabat Nabi yang wafat, jelasnya karena disuruh mandi padahal kepalanya terluka parah saat perang, Rasul bersabda dalam hadits Riwayat Abu Dawud
"Mengapa mereka tidak bertanya ketika tidak tahu? Sesungguhnya obat kebodohan adalah bertanya’,” terangnya.
Keempat, sebutnya kembali, orang yang menghalangi majelis atau penuntut ilmu.
“Menghalangi manusia dari mengingat Allah dan menghadiri majelis ilmu merupakan perbuatan yang tercela," tegasnya.
Al-Qur’an, terangnya, menyebut tindakan menghalangi manusia dari masjid sebagai perbuatan zalim.
Sementara itu, tambahnya, Rasulullah saw. menggambarkan petunjuk dan ilmu yang beliau bawa seperti hujan yang turun ke bumi.
"Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah utus aku dengannya seperti hujan..." Lalu Nabi sebut 3 golongan tanah. Salah satunya: Dan ada tanah datar yang tidak menahan air dan tidak menumbuhkan rumput," kutipnya.
“Ulama menjelaskan, ini diumpamakan orang yang mendengar ilmu tapi tidak diamalkan, bahkan menghalangi orang lain. Selain tidak dapat manfaat, malah jadi penghalang. Nauzubillah min dzalik,” pungkasnya.[] Siti Aisyah


0Komentar