GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Bencana Alam: Fenomena Alam atau Teguran Sang Pencipta?

Bencana Alam: Fenomena Alam atau Teguran Sang Pencipta?

Oleh: Harnita Sari Lubis
(Aktivis Dakwah)

Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah menampakkan aktivitas erupsi yang berakibat meluncurkan awan panas sejauh 2.000 meter. Badan Geologi, Kementerian ESDM melaporkan aktivitas Gunung Merapi ini terjadi pada Jumat (28-8-2026) pukul 21.22 WIB. Arah guguran awan menuju barat daya. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini SIAGA (Level III). (detikNews.com, 29-08-2026)

Sebelumnya bencana gempa terjadi di NTT pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada akhir pekan lalu dan menyebabkan ratusan orang meninggal dunia, ratusan lainnya terluka, serta ribuan rumah mengalami kerusakan parah. Akibatnya, sejumlah warga masih bertahan di tenda-tenda darurat.

Tidak hanya di Indonesia. Bencana banjir bandang yang baru saja terjadi di Nepal pada tanggal 28 bulan Agustus 2026 yang menerjang sejumlah wilayah di Nepal dan Tibet, China. Berdasarkan laporan terbaru, bencana yang terjadi pada Rabu (26/8) itu menewaskan 633 jiwa. (detikNews.com, 29-08-2026)

Fenomena Alam yang Menjadi Sebab Terjadinya Bencana Alam

Dahsyatnya bencana alam ini dikatakan
Para ahli akibat dari kawasan perbatasan Nepal-China sangat rentan terhadap bencana alam karena kondisi geografisnya.
Wilayah ini merupakan rumah bagi sejumlah gunung tertinggi di dunia, gletser yang luas, hamparan salju, serta lereng-lereng terjal yang tidak stabi sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam.

Para ilmuwan maupun masyarakat menghubungkan bencana alam ini karena fenomena alam. Alam ini akan bergerak dan pasti akan terjadi bencana alam yang tidak bisa diprediksikan manusia, sehingga masyarakat menganggap hal ini wajar saja terjadi. Walaupun masyarakat tidak menginginkan bencana alam terjadi di daerah mereka.

Namun, ketika bencana alam terjadi di suatu wilayah maka masyarakat akan menyimpulkan bahwa semua bencana alam ini adalah termasuk fenomena alam yang akan terjadi. Begitulah pemahaman tentang alam semesta ketika pemikiran masyarakatnya mengikuti sistem sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan. 

Alhasil masyarakat tidak akan mengkaitkan bencana alam ini akibat kejahatan dan kezaliman manusia yang sudah melampaui batas, sehingga penyelesaian bencana alam di setiap daerah hanya recovery infrastruktur dan pembangunan daerah kembali. Kemudian setelah wilayah itu sudah pulih dari bencana, mereka tetap saja melakukan kemaksiatan dan kejahatan. 
 
Islam Bicara Gempa Beserta Solusinya

Islam mengabarkan 1400 tahun yang lalu bahwasanya ketika bencana alam datang baik itu gempa atau pun banjir bandang, dan lain sebagainya akan beranggapan bahwa itu teguran dari Allah Swt. dan murka Allah karena manusia yang sudah melampaui batas meninggalkan aturan Allah dalam mengatur kehidupan manusia. Allah mengingatkan didalam Al-Quran surah Al-qashash ayat 59 yang artinya:

"Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman."

Jelas sekali bahwa ayat ini mengingatkan kepada pemimpin dan umat ketika kezaliman merajalela maka azab akan diturunkan oleh Allah baik itu gempa, banjir bandang ,tsunami dan lain sebagainya. Karena manusia tidak lagi memakai syariat Allah secara kaffah dalam menjalankan kehidupan baik individu maupun bernegara.

Padahal Islam mengatur seluruh kehidupan manusia baik itu kehidupan dalam berkeluarga sampai kehidupan dalam bernegara semua ada aturannya, sehingga ketika syariat itu diterapkan secara kaffah maka akan diraih kebahagiaan, kesejahteraan, dan keamanan.

Sejarah pun menceritakan bahwa ketika Umar menjadi Khalifah pernah terjadi gempa di Madinah pada masa kekhalifahannya, Umar bin Khattab mengumpulkan rakyat dan menegur mereka. Ia berkata, "Wahai manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)! Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!"

Seorang Umar saja mengetahui bahwa gempa itu teguran akibat dari kemaksiatan manusia yang terjadi. Namun, manusia sekarang enggan untuk menggunakan syariat Allah karena sudah menerapkan sistem sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan, sehingga hukum-hukum Allah dicampakkan begitu saja.

Alhasil, dengan penerapan sistem sekulerisme menghasilkan kezaliman yang akut di dalam pemerintahan dan bermasyarakat. Maka dari itu hanya dengan penerapan Islam secara kaffah akan tegak keadilan dan kedamaian dan tentu saja bencana tidak akan berulang terjadi. Namun, penerapan Islam kaffah bisa diterapkan dengan adanya institusi kekhilafahan yang agung yang akan meriayah (mengurusi) umatnya sesuai dengan perintah dan larangan Allah Swt.. 

Wallahu a'lam bisshawwab.
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin