GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Saling Memperbaiki Diri adalah Salah Satu Bukti Mencintai Nabi

Saling Memperbaiki Diri adalah Salah Satu Bukti Mencintai Nabi

Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba 
(Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah)

Ternyata, hadirnya Rasul dalam kehidupan kita bukan hanya sekadar sebagai pembawa risalah kenabian. Melainkan juga sebagai rahmat yang Allah hadiahkan kepada kita. Sebagaimana hadiah pada umumnya harusnya kita menjaga dan menyayanginya dengan begitu luar biasa. Memandangnya dengan suasana yang lebih romantis. 

Sebagaimana yang juga tertera dalam firman Allah di surah Al-Anbiya' ayat 107 yang artinya, "Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam." Dan salah satu bukti bahwa kita menghargai hadiah yang telah Allah anugerahkan kepada kita adalah dengan melakukan amalan-amalan yang juga dicintai oleh-Nya dan juga Rasul-Nya. Amalan ini bukan lagi sekadar ibadah individu semata, melainkan amalan sosial yang sebenarnya sederhana namun kebanyakan dari kita melupakannya. 

Ada sebuah hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

إن من احبكم إلي و أقر بكم مني مجلساً يوم القيامة احاسنكم أخلاقا 

Yang artinya, "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya."

Dicintai oleh Nabi saja adalah sesuatu yang sudah sangat luar biasa. Apalagi ditambah dekat tempat duduknya dengan Nabi pada hari kiamat. Double kebaikannya. Dan jika diperhatikan di sini katanya menggunakan isim tafdhil yang artinya paling. Paling dekat dan paling dicintai. Alias tidak ada lagi di atas itu. 

Kemudian jika kita perhatikan dalam kata memperbaiki akhlak itu mengandung makna musyarokah atau makna saling. Sehingga yang dimaksud Nabi di sini adalah orang-orang yang saling memperbaiki akhlaknya. Karena, kebanyakan dari kita saat ini hanya fokus memperbaiki diri sendiri sampai lupa bahwa kita memiliki kewajiban untuk mendakwahkannya juga ke lingkungan sosial kita. 

Kalau kita perhatikan, spektrum dakwah Nabi itu sangat luas. Karena Rasulullah bukan hanya sekadar dakwah ke orang Islam atau orang yang sudah ngaji saja. Makanya, kita sebagai umatnya harus mudah untuk bergaul, ngobrol, berbincang sehingga pesan-pesan kebaikan itu juga tersampaikan. 

Kadang-kadang orang ketika ingin belajar Islam kenapa mereka tidak mendapatkan Islam secara utuh? Karena gagalnya kita menyampaikan Islam secara utuh. Kita yang tidak baik, kita yang dianggap ekslusif, kita dianggap merasa paling benar sendiri. Terus memakai dalil yang berbahagialah orang-orang yang terasing. Asing di sini bukan berarti mengucilkan diri dan tidak berbaur dengan masyarakat, melainkan pilihan yang ia ambil itu tidak banyak seperti umumnya orang-orang. 

Bukan berarti ketika kita memilih satu pilihan lalu kita menjauh dari masyarakat kan? Karena Rasulullah bahkan mencontohkan bahwa muamalah (interaksi) beliau dengan sekitarnya sangat-sangat indah. Fyi, ukuran kedekatan kita dengan Nabi di akhirat tidak hanya diukur dengan seberapa banyak ibadah ritual kita tapi seberapa santun perlakuan kita kepada manusia lainnya. Santun di sini bukan yang diam aja terhadap kemaksiatan tapi ketika ada sesuatu yang salah dan kita tau cara membenarkannya. 

Di sini ada beberapa fragmen bagaimana interaksi Rasul dengan anak-anak sampai remaja yang dikisahkan langsung oleh khadimnya Nabi, Anas bin Malik. Suatu ketika Anas yang ketika itu masih belia dimintai tolong oleh Nabi untuk membelikan sesuatu di pasar. Tapi Anas bin Malik malah bersumpah di depan wajah Nabi dan enggan pergi. Rasulullah melihat itu tidak marah. Namun, dalam hatinya Anas bin Malik merasa bahwa harusnya dia pergi ke pasar untuk membelikan barang tersebut. 

Ketika akhirnya ia pergi, di pasar ia bertemu dengan teman-temannya yang sedang bermain, sebagai anak kecil pada umumnya ia tergoda dan main bersama mereka. Tak lama kemudian Rasulullah datang dan menarik kerah belakang baju Anas dengan lembut dan bertanya apakah Anas sudah melaksanakan apa yang diperintahkan olehnya tadi. Rasulullah tidak marah-marah dan malah memanggil Anas dengan sebutan Unais alias panggilan sayang. 

Dan testimoni dari Anas bin Malik ia berkata, "Demi Allah, sembilan tahun lamanya saya membantu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan tidak pernah saya dapatkan beliau menegur saya atas apa yang saya kerjakan dengan ucapan, "Mengapa kamu tidak melakukan begini dan begitu," ataupun terhadap apa yang tidak saya laksanakan dengan perkataan, "Seharusnya begini dan begini."

Kisah ini menjadi bukti bahwa Rasulullah adalah benar-benar suri tauladan kita. Dan kisah ini sama sekali tidak mengurangi kemuliaan sahabat yang dimiliki oleh Anas bin Malik. Sebab Rasulullah mengatakan yang artinya, "Bukan termasuk di antara kami mereka yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang tua." Sebab, karakter sejati seseorang terlihat dari caranya memperlakukan mereka yang tidak memiliki daya untuk melawan atau membalasnya. 

Tak hanya itu, ada beberapa kisah yang menceritakan bagaimana Rasul menghadapi para Arab Badui yang kalau kita dihadapkan dengan mereka cukup berpotensi untuk membuat kita marah wkwk. Suatu ketika Rasul berkhutbah tentang hari kiamat, dan seorang Arab Badui tiba-tiba menyela dengan mengatakan kapan hari kiamat itu terjadi? 

Rasul santai saja menjawabnya dengan mengatakan apa yang sudah dipersiapkan untuk menghadapinya. Arab Badui tersebut menjawab ia tidak mempersiapkan dirinya dengan banyak shalat, dengan banyak puasa, artinya ia hanya shalat dan puasa wajib saja. Tapi ia mencintai Allah dan Rasul-Nya. Maka akhirnya muncul hadits, 

أنت مع من احببت 

Yang artinya, "Engkau bersama dengan orang yang kau cintai."

Atau yang kedua ada seorang Arab Badui yang tiba-tiba selesai salat datang mendekati Nabi dan berdoa, "Ya Allah tolong rahmati aku dan Muhammad dan jangan Rahmati selain kami." Mungkin kalau kita yang mendengar itu kita akan marah, tapi Rasulullah tidak. Kemudian ada kisah yang ketiga ketika shalat ada seorang sahabat yang bersin, kemudian satu sahabat ini malah menjawabnya. Rasul tidak marah dan tidak mempermalukannya. Rasul menasehatinya perlahan dengan didekati terlebih dahulu. 

Kemudian ada kisah tentang Zahir–seorang sahabat yang lucu dan berasal dari desa. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa fisiknya tidak terlalu menonjol. Ia kurus, kecil, dan juga hitam. Ketika ia berada di pasar Madinah membeli keperluannya, Rasul dari belakang memeluk dan menutup mata Zahir. Kemudian Rasulullah bercanda dengan mengatakan siapa yang mau membeli dirinya. Disitu Zahir bilang bahwa ia tidak ada harganya kalau dijual, atau kalaupun ada harganya ga mahal, tapi Rasul menjawab dengan mengatakan, "Tetapi di sisi Allah engkau istimewa dan sama sekali tidak ada kurangnya."

Bahkan kebiasaan Rasul ba'da subuh adalah duduk bersama dan bermajlis bersama para sahabatnya. Para sahabat membicarakan tentang kebiasaan jahiliah mereka dahulu dan tertawa bersama. Dari kisah ini kita dapat menyimpulkan bahwa menghadapi ketidaktahuan tidak butuh kemarahan, ia hanya membutuhkan kelapangan hati untuk membimbing tanpa menghakimi. Serta akhlak mulia adalah kemampuan melihat dan mengangkat martabat seseorang justru ketika seluruh dunia mengecilkan nilainya.

Dan terakhir, kabar gembira untuk kita semua bahwa Rasul itu rindu dengan kita. Rasul rindu dengan umat yang tidak pernah bertemu dengannya tapi beriman kepadanya. Dan perasaan rindu serta cinta itu masih kita rasakan hingga saat ini. Semoga dengan terus berusaha untuk saling memperbaiki diri kita, menjadi salah satu bukti bahwa kita mencintai Nabi secara hakiki. 

Wallahu a'lam bish showwab. 
___________
(Sumber: Resume Kelas Muslim Vox Meet The Prophet 2 Episode 4)
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin