GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Tanda Cinta Kita kepada Rasul yang Mulia

Tanda Cinta Kita kepada Rasul yang Mulia

Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba 
(Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah)

Sebagai seseorang yang mengaku cinta kepada Rasul kita yang mulia, kita tidak hanya sekadar berkata-kata. Melainkan harus memiliki bukti nyata sebagai tanda bahwa kita mencintai Rasulullah dengan sebenar-benarnya. Agar kita tidak termasuk ke dalam orang yang berdusta. Mengaku cinta tapi enggan melaksanakan syari'atnya. 

Dua tanda bahwa kita mencintai Rasul adalah yang pertama bershalawat kepadanya. Tentu shalawat yang dimaksud di sini bukan sekadar shalawat seperti biasanya melainkan shalawat yang menjadikan kita memiliki bahan bakar atau amunisi untuk melaksanakan tanda cinta yang kedua. 

Kemudian yang kedua adalah haqqul ittiba' kepada Rasul. Alias mengikuti Rasulullah dengan sebenar-benarnya. Taat pada syari'at yang diturunkan kepadanya dalam seluruh aspek kehidupan. Baik dari segi ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, dari level pribadi, keluarga, masyarakat, hingga negara.

Mungkin sebagian dari kita masih beralasan, kan gamungkin kita seperti para sahabat yang taatnya luar biasa. Kita udah hidup di zaman yang berbeda. Padahal, sejatinya tidak ada perbedaan yang berarti antara kita dengan manusia yang hidup di zaman ketika Rasul masih ada. Yang membedakan hanyalah sarana dan prasarananya aja. 

Contohnya dari pertanyaan tentang sejatinya kita hidup dari mana, untuk apa, dan akan kemana sih? Nah, ternyata dalam Islam inilah yang disebut dengan 'Uqdatul Kubra (atau 3 pertanyaan simpul besar) atau bisa disebut persoalan arah hidup. Dan menariknya dalam risalah yang dibawa oleh Rasul itu berbicara tentang menunjukkan arah yang benar.

Maka, taat kepada syari'at adalah kunci utama agar kita bisa menjawab tiga pertanyaan besar tadi. Sebab jika kita menjawabnya dengan tidak berdasarkan risalah Rasul kita akan mendapatkan jawaban yang salah dan tentu saja tidak memuaskan diri kita. Inilah salah satu alasan mengapa kita harus melakukan haqqul ittiba'. 

Atau dengan adanya kekacauan yang terjadi saat ini. Ada tiga level kekacauan, kekacauan individu, kekacauan intelektual, dan kekacauan tatanan. Sama seperti kalau dulu para sahabat menghadapi 2 hegemoni besar yakni Romawi dan Persia. Lalu bagaimana logika yang digunakan oleh Rasul dalam menghadapi 2 adikuasa itu?

Itu yang bisa kita pakai di era saat ini di mana terdapat tiga level kekacauan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Dari ketiga kekacauan ini pasti semua orang akan menuntut dan mencari jawaban yang terlihat eye catching. Semua orang sedang mencari solusi. Setelah melemahnya kapitalisme mereka mulai beralih kepada sosialisme. Atau seperti Iran. 

Mengapa orang-orang pada ingin seperti mereka? Ya karena itu yang gampang terlihat oleh mereka saat ini. Padahal ada gagasan yang mungkin belum terlihat yang sebenarnya bisa menjawab seluruh kekacauan yang terjadi ini. Oleh karena itu masalah ini harus diperhatikan. Kita butuh persatuan, back to syariah. 

Ini adalah momentum kita untuk menyadarkan kepada umat solusi yang hakiki. Dalam hal ini diperlukan pemahaman bahwa tauhid adalah nyawa dari segala hal yang berkaitan dengan hukum syara'. Jadi, semua hal itu sebenarnya jika diarahkan dan dikaitkan dengan tauhid itu sangat luas dan luar biasa. 

Keluasannya itu bukan pada ketentuan–tapi pada spiritnya. Contohnya sebagai seorang seniman, seorang penulis, atau apapun itu adalah orang yang bisa mengeksplorasi kebebasan dengan ketidakbebasan kita. Maksudnya adalah kita sangat boleh untuk kreatif dalam menciptakan sebuah karya. Namun dengan catatan tetap dalam koridor syari'at. 

Sebagaimana tanda cinta kita yang tadi di awal adalah haqqul ittiba' yakni mengikuti Rasulullah dengan sebenar-benarnya alias mengikuti syari'atnya dalam seluruh aspek kehidupan. Apalagi juga kita sebagai seorang muslim itu punya keterikatan dengan tauhid, aqidah, dan hukum syara'. 

Wallahu a'lam bish showwab. 
_______
Sumber: Resume Event Qudwah Part 1
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin