GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

When ya Kita Dicintai dengan Tulus?

When ya Kita Dicintai dengan Tulus?

Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba 
(Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah)

Mungkin pertanyaan itu seringkali terlintas dalam benak kita. Termasuk diriku sendiri. Tak mengapa. Tidak ada yang salah. Tapi jika kita mencoba merenung sejenak, sejatinya sudah ada sosok yang mencintai kita bahkan sebelum kita hadir di dunia.

Yap, beliau adalah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Ada beberapa kisah yang sangat menggambarkan bahwa sebegitu cinta dan rindunya Rasul kepada kita. Salah satunya adalah pada suatu ketika Abu Dzar Al-Ghifari melihat Rasul salat malam dan membaca satu ayat yang beliau ulang-ulang hingga waktu shubuh tiba. 

اِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَاِنَّهُمْ عِبَادُكَۚ وَاِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَاِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya: "Jika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al- Maidah: 118)

Kemudian Abu Dzar bertanya, "Wahai Rasulullah mengapa engkau membaca ayat ini berulang-ulang sampai waktu shubuh tiba?" Lalu Rasul menjawab, "Aku sedang meminta kepada Rabb-ku agar aku diizinkan untuk memberikan syafaat kepada umatku. Lalu Allah mengizinkan aku untuk memberikan syafaat dan itu akan sampai kepada siapapun selama mereka tidak menyekutukan Allah." 

Lihatlah betapa Rasul begitu mengkhawatirkan, menyayangi, dan juga mencintai kita sebegitu tulusnya. Sebegitu dalamnya. Kemudian dari Abdullah bin Amr beliau menyampaikan bahwasanya suatu ketika Rasul mengangkat tangannya lalu berdoa dengan bercucuran air mata, "Ya Allah, ummati, ummati, ummati." Kemudian Allah menyuruh Malaikat Jibril turun dan bertanya alasan mengapa Rasul menangis. 

Tapi Rasul masih menangis, sampai kemudian Jibril turun yang kedua kalinya dan menyampaikan pesan dari Allah, bahwasanya bilang kepada Muhammad, "Tenang, kami akan menjadikan engkau rida perkara umatmu dan kami tidak akan pernah menyakiti engkau sedikitpun."

Lihatlah, betapa Rasul sangat mencintai kita dengan begitu tulusnya. Lalu bagaimana dengan kita? Siapa yang kita tangisi di sepertiga malam kita? Pernahkah kita menangisi sosok yang telah mengkhawatirkan kita bahkan sebelum kita ada? Ataukah kita hanya mampu menangisi diri kita sendiri atas segala ketidakmampuan kita? Apa yang dapat kita banggakan atas segala pencapaian, sedangkan cinta kita kepada Rasul saja belum dapat dibuktikan?

Bahkan ketika beliau meminta Abdullah bin Mas'ud membaca Al-Qur'an lalu dibacakanlah kepada beliau surah An-Nisa ayat 41: 

فَكَيْفَ اِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍ ۢ بِشَهِيْدٍ وَّجِئْنَا بِكَ عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ شَهِيْدًاۗ

Artinya: "Bagaimanakah (keadaan manusia kelak pada hari Kiamat) jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad) sebagai saksi atas mereka?" (QS. An-Nisa: 41)

Beliau nangis banget karena beliau membayangkan betapa beratnya hari itu. Jika yang menyaksikan (Rasul) saja menangis begitu dahsyat, lalu bagaimana keadaan kita yang disaksikan? Hari kiamat itu berat. Kalau ngga karena mendapatkan syafaat kita mau lari kemana? 

Jangan sampai di hari kiamat nanti orang yang paling ingin menyematkan mahkota keselamatan padamu justru menangis malu melihat daftar kelakuanmu. Tapi, tenanglah teman karena kita bisa selamat dari hari yang berat (kiamat) itu dengan shalawat kepada Rasul. Tergantung seberapa banyak shalawat yang kita haturkan untuk Rasul kita. 

Namun mirisnya masih banyak yang menjadikan shalawat itu bukan untuk menyadari dirinya butuh dekat kepada Rasul, tapi hanya dijadikan sebagai bahan untuk meminta dunia. Memang tidak salah, tapi jika kita hanya meminta perihal dunia tidakkah kita malu kepada sosok yang telah mencintai kita dengan tulus dan sepenuh jiwa–bahkan sebelum kita menapaki terjalnya dunia. 

Dan sejatinya shalawat itu bukan sekadar kalimat-kalimat saja. Shalawat yang benar adalah shalawat yang menjadikan kita semakin cinta kepada Rasul dan tentunya semakin senang untuk menghidupkan syari'at nya Rasul Shalallahu alaihi wasallam. Karena siapa saja yang mencintai sesuatu maka ia pasti akan mengikuti jejaknya. 

Wallahu a'lam bish showwab.
__________
(Sumber: Kelas Muslim Vox Meet The Prophet 2 Episode 2)
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin