Menyikapi pergantian Menkeu dari Purbaya ke Suahasil, Jurnalis Senior Joko Prasetyo (Om Joy) menganalogikan seperti pergantian asisten masinis.
"Bayangkan sebuah sebuah kereta api. Kepala negara ibarat masinis yang memegang kendali perjalanan. Para menteri ibarat asisten masinis yang membantu menjalankan perjalanan," tuturnya sebagaimana rilis yang diterima oleh Bumi Gurindam Bersyariah pada Senin (14-09-2026).
Kereta api tersebut, Om Joy menjelaskan, adalah sistem pemerintahan, sedangkan jalur relnya adalah ideologi yang menentukan arah perjalanan.
"Masinis berulang kali berganti. Asisten masinis pun berganti lebih sering lagi. Namun, selama keretanya tetap sama dan rel nya tidak berubah, perjalanan akan tetap mengikuti jalur tersebut," tegasnya.
Begitu pula negara, lanjutnua, jika kereta pemerintahan tidak dirancang untuk menerapkan syariat Islam secara kafah dan rel ideologinya tidak mengarah kepada kehidupan yang diridai Allah Swt. tidak ada yang bisa diharapkan.
"Apa yang bisa diharapkan dari sekadar pergantian orang di dalam kabin?" Tanyanya retoris.
Terakhir ia menekankan bahwa jika kereta (sistem) tidak dirancang ke surga maka tidak akan pernah tercapai cita-cita yang diharapkan.
"Kereta yang tidak dirancang menuju surga, tidak akan sampai ke sana hanya karena masinis dan asisten masinisnya berganti," pungkasnya.[] Nur Salamah


0Komentar