GUr8TUW5BUW5TUC0TSz5GUY6

Headline:

Sikap Anti Kritik: Bukan Kepribadian Islam

Sikap Anti Kritik: Bukan Kepribadian Islam

Oleh: Eci Aulia 
(Tim Redaksi Bumi Gurindam Bersyariah)

Seorang pria diduga membawa senjata tajam dan mengejar petugas parkir di kawasan Nagoya, Lubuk Baja, Kota Batam, Rabu (23-9-2026) sore. Pasalnya, insiden tersebut dipicu oleh persoalan parkir. Pengemudi mobil merasa tidak terima saat ditegur petugas parkir karena memarkir kendaraannya di tempat yang salah yaitu di pintu keluar, sehingga mengganggu akses kendaraan lain (batamnews.co.id, 23-9-2026)

Peristiwa di atas membawa kita pada satu realita bahwa teguran dan kritikan terkadang dianggap sebagai serangan. Bersikap defensif, sehingga melakukan serangan balik kepada yang memberi kritikan. Sejatinya, ini bukanlah kepribadian seorang Muslim.

Setiap manusia memang Allah anugerahkan fitrah naluri baqo' atau naluri mempertahankan diri. Naluri baqo' berkaitan langsung dengan ancaman eksistensi diri manusia, sehingga naluri ini paling sulit untuk ditundukkan. Manusia akan merasa marah ketika terganggu kenyamanannya.

Naluri ini selalu aktif dan mudah terpicu oleh stimulus luar, seperti persaingan, kritik dari orang lain (yang dianggap mengancam harga diri). Ketika seseorang merasa posisinya terancam, naluri ini akan menuntut pemenuhan instan, sehingga rasio atau akal sehat sering kali kalah.

Merasa terancam dengan kritikan merupakan manifestasi ego yang menyamar sebagai kebutuhan. Manusia sering kali sulit membedakan mana yang merupakan kebutuhan hidup riil dan mana yang merupakan keserakahan ego akibat pemenuhan naluri baqo’ yang berlebihan.

Pemenuhan naluri baqo semacam ini lahir dari paham sekularisme yang menafikan peran agama dalam mengatur sendi kehidupan manusia. Standar yang dipakai untuk memenuhi naluri baqo' adalah hawa nafsu dan akal manusia, padahal Islam mengatur bagaimana pemenuhannya.

Islam mengatur pemenuhan naluri baqo ini dengan ikatan akidah dan ini akan menjadi pola sikap seorang Muslim. Naluri baqo tidak bisa dihilangkan atau dimatikan tapi bisa dikendalikan dan diarahkan agar sejalan dengan aturan Allah Swt.. 

Seorang Muslim berkepribadian Islam akan berlapang dada menerima setiap kritikan. Lebih dari itu, kritikan tidak lagi dianggap sebagai serangan, tapi rem ketika manusia melakukan kekeliruan. Terkadang manusia sulit untuk melihat kesalahannya sendiri, untuk itulah ia butuh orang lain untuk meluruskan kesalahan tersebut. 

Hal ini sejalan dengan perintah amar makruf nahi mungkar. Al-Qur'an juga banyak menjelaskan tentang perintah amar makruf nahi mungkar. Salah satu firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an,

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali-Imran: 104).

Amar makruf nahi mungkar adalah mengajak pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Orang yang mengajak pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran mestilah menyampaikan nasehat dengan penuh hikmah dan kelembutan. Pun yang menerima nasehat harus berlapang dada ketika perbuatannya diluruskan, selama nasehat yang disampaikan itu berada dalam kebenaran dan kebaikan.

Orang yang anti-kritik cenderung menutup diri dari masukan, sementara amar makruf nahi mungkar justru membutuhkan keterbukaan agar kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Untuk itulah seorang Muslim harus sabar menundukkan egonya ketika diberikan masukan. Sebab nasehat yang datang dari hati yang tulus, bukan niat ingin menjatuhkan adalah bentuk cinta seorang Muslim terhadap Muslim yang lain. Allah Swt. berfirman dalam surat Al-ashr ayat 1-3:

.وَالْعَصْرِ ﴿١﴾
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾

1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.

Wallahu a'lam bisawwab.
Daftar Isi

0Komentar

Follow Pasang Iklan
Follow Pasang Iklan
D

disclaimer: Bumigurindambersyariah.com memberikan ruang bagi para penulis untuk berbagi karya tulisan yang khas memenangkan opini Islam serta memihak kepada kaum Muslim.

Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain.

Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Bumigurindambersyariah.com. Silakan mengirimkan tulisan Anda melalui link ini kirim Tulisan

❤ KLIK

Support Dakwah Bumigurindambersyariah.com

Donasi akan mendanai biaya perpanjangan domain dan aktivitas dakwahnya.

Formulir
Tautan berhasil disalin